Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Angka Kematian Ibu Melahirkan di Sukabumi Meningkat

Kamis 28 Nov 2019 16:25 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Hafil

Angka kematian ibu melahirkan (ilustrasi).

Angka kematian ibu melahirkan (ilustrasi).

Foto: Republika.co.id
Angka kematian ibu melahirkan di Sukabumi mencapai 12 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI--Angka kematian ibu di Kota Sukabumi dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2019 mencapai sebanyak 12 kasus. Jumlah ini meningkat dibanding periode 2018 lalu yang hanya sebanyak 7 kasus.

Baca Juga

Data ini berdasarkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi. ‘’ Dari data yang ada angka kematian ibu sepanjang 2019 sebanyak 12 kasus,’’ ujar Plt Kepala Dinkes Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih kepada wartawan, Kamis (28/11). 

Sementara angka kematian bayi mencapai 33 kasus dari Januari hingga Oktober 2019. Masih adanya angka kematian ibu dan anak ini menjadi perhatian pemerintah. Targetnya pada 2020 mendatang angka tersebut bisa diturunkan atau bahkan tidak ada sama sekali. 

Oleh karenanya ungkap Rita, Dinkes Kota Sukabumi berupaya memperkuat standar pelayanan minimal (SPM) dalam bidang kesehatan. Terutama fokus dalam menekan angka kematian ibu dan anak.

Menurut Rita, ada sebanyak 12 jenis layanan dan mutu SPM kesehatan kabupaten/kota. Di antaranya mencakup pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia produktif.

Selain itu kata Rita, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus, pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat. Berikutnya pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis, dan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menambahkan, kesehatan adalah pelayanan yang paling utama yang harus diberikan kepada masyarakat. Sebabnya derajat pendidikan warga akan terhambat bila mereka alami gangguan kesehatan.

Berbagai pelayanan kesehatan sampai saat ini dirasakan oleh masyarakat. Harapannya ketika meningkat naik kelas maka akan terjadi peningkatan kinerja yang luar biasa.

Namun berdasarkan data angka kematian ibu cenderung meningkat pada 2018 lalu. Kasus kematian ibu pada 2019 sebanyak 12 kasus dan pada 2018 mencapai 7 kasus.

Sementara angka kematian anak mengalami penurunan. Pada 2017 sebanyak 45, 2018 sebanyak 34 kasus dan 2019 hingga Oktober 33 kasus. Ke depan pemkot akan terus menekan kasus kematian ibu dan anak.

Upayanya ungkap Fahmi, dengan penyediaan sarana pelayanan kesehatan, yang semakin baik dan mudah menyasar kepada masyarakat. Dinkes harus terdepan mengawal visi misi dan berbagai unggulan khususnya bidang kesehatan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA