Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Mendongeng Sebagai Terapi Anak Kecanduan Gawai

Selasa 03 Dec 2019 10:52 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah

Anak bermain gadget

Anak bermain gadget

Foto: AP
Mendongeng bisa menjadi salah satu cara mengalihkan anak dari bermain gawai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendongeng memang menjadi satu aktivitas seru dan menyenangkan. Di balik keseruan itu, mendongeng ternyata bisa menjadi salah satu terapi bagi anak yang kecanduan gawai.

Baca Juga

Founder Rumah Amalia dan Pemerhati Anak, Muhammad Agus Syafii, mengatakan, terapi dongeng bagi anak yang kecanduan gawai bisa dimulai dengan bercerita terkait ponsel. Sebagai contoh, orang tua bisa memilih tema cerita 'Singkirkan Hape-mu dan bermain yuk!'.

"Kemudian anak-anak bisa meninggalkan gadget dan memilih bermain lari-larian, petak umpet, kena-kenaan, patung Pancoran, tepuk nyamuk," kata Agus kepada Republika, Selasa (3/12).

Agus mengungkapkan, hal ini juga diharapkan dapat mempengaruhi pola pikir dan mengubah cara pandang anak-anak terhadap dongeng. Dengan demikian diharapkan anak yang kecanduan ponsel bisa menjadi pulih kembali, hidup lebih nyaman, dan menemukan jati dirinya.

Tak hanya untuk terapi anak kecanduan gawai, deongeng juga bisa dipakai pada anak yang terkena trauma healing pasca bencana, trauma kekerasan, dan trauma pasca perceraian, hingga kecanduan gawai. Sebagai contoh, anak-anak korban bencana yang tinggal di pengungsian akan mengalami trauma.

"Itulah sebabnya mendongeng adalah terapi bisa menghibur, merasa lebih tenang dan senang, sehingga kepanikan dan kecemasannya hilang," ujar Agus.

Di rumah Amalia kegiatan mendongeng dibuat program khusus dengan jadwal yang rutin. Terapi dalam proses trauma healing setiap anak berbeda-beda. Lama waktunya tergantung dari kondisi. Ada yang bisa cepat mengatasi trauma, ada pula yang butuh waktu. Trauma healing dengan dongeng sesuai dengan kondisi anak.

Ia mengatakan, ketika menjadikan dongeng sebagai terapi sebaiknya harus memperhatikan kondisi anak-anak. Jika mereka sudah terlihat lebih tenang dan kepercayaan dan nyaman pendongeng terapis dengan anak anak juga sudah terjalin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA