Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Influenza Sebabkan Ribuan Kematian Setiap Tahun di Indonesia

Selasa 03 Dec 2019 00:14 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Indira Rezkisari

Upaya pencegahan melalui pemberian vaksin influenza sangat disarankan.

Upaya pencegahan melalui pemberian vaksin influenza sangat disarankan.

Foto: Flickr
Kematian terkait influenza lebih banyak ditemukan pada kelompok lansia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit influenza merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus influenza. Karena sering disamakan dengan selesma, tak banyak orang yang menyadari risiko berbahaya di balik penyakit influenza yang mudah menular ini. Salah satu di antaranya adalah risiko kematian.

"Di dunia, Early Mortality Rate (EMR) berkisar antara 0,1 sampai 6,4 per 100 ribu individu berusia di bawah 65 tahun," jelas Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF) Prof dr Cissy B Kartasasmita SpA(K) PhD dalam peringatan Hari Flu Sedunia bersama Sanofi Pasteur, di Jakarta.

Sedangkan di Indonesia, lanjut Cissy, EMR terkait influenza berkisar antara 0,7 sampai 1,7 per 100 ribu individu. Berdasarkan angka ini, influenza diperkirakan bertanggung jawab atas sekitar 2.000-4.000 kematian per tahun di Indonesia.

"Itu banyak ya," lanjut Cissy.

Berdasarkan data, angka kematian terkait influenza tertinggi diperkirakan terjadi di Afrika Sub-Sahara. Estimasi EMR di wilayah tersebut adalah 2,8-16,5 per 100 ribu individu.

Dalam hal usia, Cissy mengungkapkan bahwa kasus kematian terkait influenza lebih banyak ditemukan pada kelompok lansia. Estimasi angka EMR pada kelompok usia 75 tahun ke atas adalah 51,3-99,4 per 100 ribu individu.

Tingginya kasus kematian terkait influenza pada lansia dinilai berkaitan dengan komorbid atau penyakit penyerta yang dimiliki oleh lansia. Seperti diketahui, tak sedikit lansia yang menderita penyakit seperti hipertensi, diabetes hingga penyakit jantung.

"Ada jantung, hipertensi, diabetes. Kalau kena influenza jadi lebih berat dan bisa menyebabkan kematian," tukas Cissy.

Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa digunakan untuk membunuh virus atau menyembuhkan penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza. Obat-obat yang bisa digunakan saat ini hanyalah obat-obat yang dapat memperingan gejala. Misalnya, lanjut Cissy, obat untuk menurunkan demam atau meringankan sakit kepala.

Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui pemberian vaksin influenza sangat disarankan. Anjuran ini terutama diperuntukkan kepada kelompok-kelomopok yang berisiko seperti lansia, balita atau anak, orang dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes, ibu hamil, serta petugas kesehatan.

"Petugas kesehatan itu bisa tertular dan bisa menularkan," tambah Cissy.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA