Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Efek Positif Mengganti Kopi dengan Teh Hijau

Senin 02 Dec 2019 20:19 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nora Azizah

Teh Hijau (Ilustrasi)

Teh Hijau (Ilustrasi)

Foto: Needpix
Teh hijau bisa menjadi minuman alternatif sebagai pengganti kopi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyeruput kopi tengah menjadi gaya hidup yang relatif popupler belakangan ini. Di Amerika Serikat (AS) saja bahkan 64 persen warganya meminum paling tidak satu cangkir kopi dalam satu hari. Konsumsi itu mereka lakukan setiap pagi hari sebelum memulai aktifitas.

Kendati, sebagian orang AS kini juga tengah mengonsumsi teh hijau. Green Tea juga mengandung kafein meski tidak lebih banyak dari pada kopi. Namun kandungan yang ada cukup untuk memberi dorongan.

Teh hijau juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan lainnya. Minuman ini bisa menjadi alternatif atau bahkan pengganti jika Anda tidak puas dengan kopi.

Berikut efek mengganti kopi dengan teh hijau bagi tubuh seperti dilansir melalui Bustle, Senin (2/12).

Baca Juga

Tubuh akan mengonsumsi lebih sedikit kafein
Teh hijau disebut-sebut mengandung lebih banyak kafein ketimbang kopi. Ahli jantung dan konsultan kesehatan Dr. Edo Paz, M.D. mengatakan, kandungan kafein dalam teh hijau akan menyusut lebih jauh dibanding kopi saat keduanya diseduh.

Dia mengatakan, jumlah kafein yang berada dalam teh hijau juga bergantung pada varietas yang dipilih. Ujung daun atau kuncup mengandung lebih sedikit kafein dari pada teh hijau bubuk.

Teh hijau mengandung sekitar 20 hingga 30 miligram kafein. Hal tersebut tidak akan membuat tubuh mengalami masalah saat karena tidak mengonsumsi kopi.

Bisa membantu masalah kecemasan dan tidur
Mengurangi kadar kafein dengan minum teh hijau dapat membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur. Tingkat kandungan kafein pada kopi dapat berdampak negatif pada orang yang sensitif terhadap kafein.

Hal itu bisa berdampak pada mengalami kecemasan, insomnia, dan efek peningkatan detak jantung atau tekanan darah. Jika ini terdengar akrab, mungkin ada baiknya menurunkan kadar kafein Anda dengan beralih ke teh hijau.

Perubahan ini dapat membantu mengurangi respons kecemasan tubuh Anda dan mengurangi gejala kelebihan stimulasi kafein sambil tetap memberi Anda cukup dorongan kafein untuk mulai berolahraga di pagi hari.

 

photo
Teh Hijau (ilustrasi)

Mendapat asupan lebih banyak antioksidan
Teh hijau juga mengandung berbagai senyawa dan bahan yang dapat membantu sistem kekebalan tubuh, melawan infeksi, dan menurunkan risiko penyakit. Dr Paz mengatakan, kopi juga mengandung hal serupa namun teh biasanya memiliki konsentrasi yang lebih tinggi.

Teh hijau khususnya memiliki beragam antioksidan yang telah terbukti memiliki sifat meningkatkan kesehatan. Salah satu antioksidan yang paling banyak dipelajari dalam teh hijau adalah katekin yang memiliki sifat antimikroba. Senyawa itu juga terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, membantu mencegah penyakit degeneratif, dan membantu fungsi ginjal dan hati.

Mengurangi peradangan
Peradangan merupakan respons sistem kekebalan tubuh terhadap ancaman dan stres. Sebuah studi pada 2018 menemukan bahwa teh hijau memiliki sifat anti-inflamasi alias mampu mengurangi tingkat peradangan.

Kopi juga dapat mengurangi tingkat peradangan, tetapi sifat anti-inflamasinya lebih rendah. Teh hijau dapat membantu Anda yang memiliki peradangan kronis tingkat rendah,

Baik untuk kesehatan mulut
Kopi dapat meningkatkan risiko periodontitis infeksi gusi dan pewarnaan gigi. Sedangkan senyawa anti-mikroba dalam teh hijau dapat mengurangi risiko bakteri berbahaya tertentu menumpuk di mulut seiring waktu.

Beralih dari kopi ke teh hijau juga dapat membantu mengurangi populasi bakteri dalam mulut. Pada akhirnya hal itu bisa membantu mencegah infeksi dan masalah mulut secara umum.

Tidak menghilangkan asupan kafein ke tubuh
Kafein dapat memiliki manfaat serius, bahkan dalam jumlah kecil. Kafein adalah stimulan yang efektif untuk membantu meningkatkan kinerja fisik dan kewaspadaan mental.

Dalam beberapa penelitian, kafein juga terbukti mengurangi diabetes tipe dua. Teh hijau juga mengandung kafein dalam jumlah yang lebih sedikit dibanding kopi.

Harvard Medical School mencatat bahwa dalam dosis kecil kafein juga telah terbukti membantu melindungi terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Sedikit kafein sehari dapat membantu kesehatan dalam jangka panjang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA