Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Bukan Cuma Flu, 6 Penyakit Ini Juga Jadi Langganan di Musim Hujan

Selasa 03 Dec 2019 06:06 WIB

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com

.

.

Musim hujan telah tiba. Jangan taunya cuma penyakit flu saja. Waspada juga 6 penyakit lain yang sering menyerang saat musim penghujan biar kita tetap jaga kesehatan.

Sederet penyakit mengintai kesehatan Anda dan keluarga ketika musim hujan tiba. Bahkan beberapa penyakit ada yang menular dengan cepat, baik melalui sentuhan atau saluran pernapasan.

Baca Juga

Sebelum menjadi salah satu korban, Anda harus waspada dan menjaga pola hidup sehat agar virus penyakit tidak menggerogoti sistem metabolisme tubuh. 

Sedia payung sebelum hujan diperlukan agar Anda siap siaga menghadapi penyakit yang mungkin timbul di musim hujan. Jika di kota tempat tinggalmu sudah mulai sering hujan, waspadai beberapa penyakit berikut ini:

Baca Juga: Biar Gak Bingung, Ini Persiapan Ibu Hamil di Trimester Satu, Dua, dan Tiga

 

1. Flu atau influenza

Penyakit Musim Hujan
Penyakit flu atau influenza

Flu menjadi salah satu penyakit yang sering terjadi ketika curah hujan sangat tinggi. Flu disebabkan oleh berbagai virus influenza, seperti tipe A atau B, dan C. Jika tidak segera diobati, flu dapat menyerang sistem pernapasan dan kekebalan tubuh manusia. Akibatnya, muncul penyakit baru, seperti pilek, batuk, sakit kepala, dan radang tenggorokan.

Agar flu lekas sembuh, perbanyak minum air hangat dan istirahat yang cukup. Selain itu, coba hindari duduk di ruangan ber-AC dalam jangka waktu terlalu lama. Untuk mempercepat proses pemulihan, sebaiknya matikan AC apabila ruangan kerja atau kamar tidur dilengkapi pendingin udara.

2. Hepatitis A

Penyakit Musim Hujan
Penyakit hepatitis A

Penyakit ini muncul karena makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan virus yang ada di sekitar. Penyebaran virus penyakit semakin cepat bila hujan tak kunjung berhenti. Ditambah kondisi lingkungan yang kotor.

Tanda-tanda yang terjadi jika Anda atau keluarga terserang hepatitis A, seperti sakit kepala, nafsu makan berkurang, pegal linu, dan perut terasa tidak nyaman.

Penyakit hepatitis A dapat sembuh dengan sendirinya atau tanpa pengobatan. Namun dengan syarat, Anda harus menjaga kebersihan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi, serta menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh makanan.

3. Kaki atlet

Penyakit Musim Hujan
Penyakit kaki atlet (tinea pedis)

Sudah pernah mendengar penyakit ini sebelumnya? Penyakit ini timbul karena infeksi virus yang berasal dari kaos kaki dan sepatu yang Anda gunakan setiap hari. Jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan penyakit gatal dan kurap. Tidak hanya di bagian kaki, tapi juga menyebar ke area tangan dan bagian selangkangan.

Penyakit kaki atlet (tinea pedis) dapat diobati dengan cara mengoleskan obat anti jamur ke bagian yang gatal-gatal atau kurapan. Penanganan yang cepat dan tepat dapat menghambat perambatan virus ke area lain yang tidak diinginkan.

4. Tifus

Penyakit Musim Hujan
Penyakit tifus

Tifus termasuk salah satu penyakit menular karena infeksi bakteri Salmonella Typhi. Untuk menghindari penyakit ini, Anda harus menjaga kebersihan minuman dan makanan. Jangan biarkan terkontaminasi dengan apapun, terutama bakteri yang beterbangan di lingkungan.

Adapun gejala yang timbul berupa demam tinggi, diare, ruam, sembelit, dan kehilangan nafsu makan. Jika Anda atau keluarga menemukan gejala terjadinya tifus, sebaiknya segera obati sebelum menimbulkan penyakit komplikasi, seperti miokarditis hingga gagal jantung.

Baca Juga: Kista Saat Hamil: Pahami Gejala dan Cara Penanganannya

5. Demam berdarah

Penyakit Musim Hujan
Penyakit demam berdarah

Penyakit demam berdarah dengue atau DBD disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina yang masuk ke peredaran darah manusia. Penularan penyakit DBD sangat cepat, sehingga diperlukan tindak lanjut yang cepat sebelum keluarga Anda terkena wabahnya.

Gejala awal penyakit DBD, seperti demam tinggi, sakit perut, cepat lelah, muntah, pendarahan pada gusi, hidung, dan gangguan pada pernapasan. Jika salah satu dari gejala ini muncul, segera periksa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

6. Leptospirosis

Penyakit Musim Hujan
Penyakit leptospirosis

Infeksi bakteri leptospira menyebabkan timbulnya penyakit leptospirosis. Penularan terjadi melalui air yang terkontaminasi dengan urin atau kotoran hewan, seperti hewan amfibi, tikus, babi, dan anjing. Penyakit ini semakin berisiko apabila Anda bersentuhan langsung dengan air yang sudah dikencingi salah satu hewan tersebut.

Gejala leptospirosis di antaranya sakit kepala, nyeri otot, mata kemerahan, penyakit kuning, demam tinggi, dan diare. Jika tidak segera diobati, penyakit tersebut dapat berakibat fatal, seperti terjadinya gagal ginjal.

7. Kudis 

Penyakit Musim HujanPenyakit kudis

Kudis atau sering disebut scabies merupakan penyakit yang timbul karena infeksi Sarcoptes Scabiei, salah satu parasit berukuran kecil yang bertelur di kulit manusia. Penyakit ini mudah tertular melalui sentuhan kulit atau kontak seksual. 

Penyakit kudis ditandai dengan gatal-gatal atau bintik-bintik menyerupai alergi. Jika tidak segera diobati, bintik atau gatal akan bertambah besar, yang dapat menimbulkan benjolan atau kulit lecet berwarna kemerahan.

Lindungi Diri dengan BPJS Kesehatan atau Asuransi Kesehatan

Risiko kesehatan, seperti penyakit dapat datang kapan saja dan menimpa siapapun. Sedia BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan sangat penting untuk menjamin kesehatan Anda dan keluarga.

Bila terserang penyakit dan membutuhkan perawatan medis atau layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan BPJS Kesehatan atau produk asuransi kesehatan agar biayanya ditanggung. Jika sudah punya BPJS Kesehatan, Anda bisa mengajukan produk asuransi kesehatan swasta untuk melengkapinya.

Baca Juga: Jangan Bingung, Ini Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA