Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Bobobox Rambah Hotel Kapsul di Jakarta

Senin 02 Dec 2019 02:30 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah

Hotel kapsul (Ilustrasi)

Hotel kapsul (Ilustrasi)

Foto: Flickr
Pangsa pasar pariwisata di Jakarta potensial untuk hotel kapsul.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pasar pariwisata di Indonesia dan Asia Tenggara terus berkembang pesat. Dari data World Travel & Tourism Council (WTTC) Indonesia masuk ke jajaran negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat. Untuk menjawab target tersebut, Indonesia memiliki pekerjaan rumah besar untuk membenahi insfrastruktur pendukung, termasuk di bidang akomodasi yang kini tengah diselami perusahaan rintisan berbasis teknologi bernama Bobobox.

Bobobox memulai bisnis akomodasi hotel kapsul di Bandung dan memiliki tiga cabang di Pasar Kaliki, Dago, dan Cipaganti. Kini Bobobox memulai ekspansi nasional dengan pembukaan dua cabang di Jakarta Selatan, Kebayoran Baru dan Pancoran. Dengan dibukanya dua cabang di Jakarta ini, Bobobox memiliki total 326 pod yang bisa mengakomodasi hingga hampir 10 ribu penginap setiap bulannya.

Didirikan pada 2017, Bobobox memiliki visi memberikan pilihan tidur berkualitas terbaik bagi setiap orang, terutama wisatawan dengan harga terjangkau. Bobobox menyediakan fasilitas tidur on-demand berbentuk penginapan kapsul modular yang terintegrasi dengan aplikasi dan memberikan standarisasi dan costumized experoence bagi setiap penggunanya, mulai dari jenis kasur, warna lampu, hingga fitur pada aplikasi yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT).

“Lokasi yang prime, pengalaman terstandarisasi dan harga terjangkau adalah tiga hal yang diinginkan setiap traveler, tetapi hampir mustahil ditemukan dalam satu akomodasi. Bobobox berhasil membawa ketiganya,” kata CEO Bobobox, Indra Gunawan di Bobobox Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu.

Presiden Bobobox, Antonius Bong mengatakan mereka ingin memfasilitasi millenials dan bussines traveler yang memerlukan akomodasi nyaman, menarik, terstandarisasi, namun tetap terjangkau di Jakarta. Secara bisnis, Antonius menuturkan, pasar di Jakarta jauh lebih besar daripada Bandung dan tingkat mobilitasnya juga sangat tinggi.

“Ini menjadikan Jakarta pilihan yang tepat bagi ekspansi pertama kami,” ujar Antonius.

Cara menginap di Bobobox cukup mudah, penginap hanya perlu mengunduh aplikasi. Mereka bisa melakukan pemesanan, pembayaran dan mendapatkan barcode sebagai kunci kamar melalui aplikasi tersebut. Tersedia kasur berukuran single bed (dengan harga Rp 140.000,- hingga Rp 170.000,-) dan king bed (Rp. 170.000,- hingga Rp 220.000,-)

Fasilitas yang didapatkan ketika menginap di Bobobox cukup lengkap, yakni meja kerja, pendingin ruangan, hexos fan, smoke detector, stop kontak, dan fitur lampu yang bisa diganti sesuai suasana hati melalui aplikasi Bobobox yang sudah diunduh di ponsel. Selanjutnya mereka tidak menyediakan televisi di pod, tetapi sebagai gantinya ada wifi berkecepatan tinggi.

“Kami sudah tidak pakai televisi, karena lihat market sekarang lebih ingin punya high speed wifi. Jadi kami provide very high speed wifi, supaya semua guest kita bisa live streaming atau menggunakan media sosial,” ujar Indra.

Ada pula fasilitas communal area berupa pantry. Di dalamnya sudah disediakan peralatan makan dan microwave. Pun, Bobobox menyediakan fasilitas toilet dengan hot shower (laki-laki dan perempuan terpisah), dan mushola. Ke depannya, Bobobox siap melanjutkan ekspansinya di kota-kota besar lainnya. Seperti Semarang, Yogyakarta dan Bali di 2020.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA