Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Hal yang Perlu Diketahui tentang HIV-AIDS

Senin 02 Dec 2019 02:10 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nora Azizah

HIV/AIDS (Ilustrasi)

HIV/AIDS (Ilustrasi)

Foto: Flickr
Mitos dan informasi yang salah tentang HIV-AIDS masih terjadi selama ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama beberapa dekade terakhir, mitos dan informasi yang salah tentang HIV-AIDS telah membuat orang berisiko lebih tinggi terhadap infeksi. Hal ini menyebabkan kondisi tersebut menjadi proporsi pandemi, terutama di Afrika Selatan.

Pada Hari AIDS Sedunia, Ahad (1/12), dokter asal Afrika Selatan, Dr Sindi van Zyl, seorang spesialis di bidang HIV dan AIDS menjelaskan beberapa hal yang perlu diketahui oleh semua orang, terlepas dari apakah Anda positif HIV atau tidak, dilansir di Health24, Ahad (1/12).

Baca Juga

Jika Anda memiliki HIV, diperlukan waktu hingga 20 tahun untuk menunjukkan gejala
HIV menyerang sel CD4, sejenis sel darah putih, dan menggunakannya untuk membuat salinan virus (disebut viral load) dan akhirnya memusnahkannya.

Proses ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa gejala, yang dikenal sebagai fase tanpa gejala.  Selama waktu ini, Anda tidak tahu virus ada di sistem Anda, meskipun sistem kekebalan Anda sedang melemah dalam prosesnya.

Jika Anda aktif secara seksual, maka Anda berisiko terkena HIV, karena beginilah cara penularan HIV. "Inilah sebabnya mengapa sangat penting bagi setiap orang untuk melakukan tes HIV setiap 6-12 bulan, terlepas dari mana Anda berasal," kata dr. van Zyl.

Alat tes mandiri HIV dijual di pasaran, tetapi kebanyakan orang tidak menyadarinya

Sekarang ada beberapa alat tes HIV yakni ONESTEP HIV TEST yang bisa didapatkan di pasar online atau apotek. Menurut dokter, tes mandiri dianjurkan, tetapi jangan panik jika hasilnya menunjukkan Anda positif HIV. Jika hasilnya menunjukkan Anda HIV positif, Anda tidak merasa tertekan dan lebih baik melakukan tes pelengkap kedua yang dilakukan di klinik kesehatan atau oleh dokter umum.

Meskipun hasilnya akurat, namun bagi yang menggunakannya dan positif harus segera memeriksakan lagi ke dokter untuk penentuan metode pencegahan dan pengobatan yang sesuai dengan hasil tes.

HIV itu 'Tidak Terdeteksi dan Tidak dapat ditularkan'
International Aids Society mendukung pernyataan konsensus U = U dari Kampanye Akses Pencegahan.  Pernyataan ini membuat titik kritis bahwa tidak setiap orang positif HIV dapat menular. Seseorang yang hidup dengan HIV yang memiliki 'viral load tidak terdeteksi' tidak akan menularkan virus ke pasangannya. Dan selama viral load Anda tetap tidak terdeteksi, peluang Anda untuk menularkan HIV ke pasangan seksual adalah nol.

"Ini penting karena tidak hanya mencegah penularan, tetapi juga mengubah cara orang merasakan diri mereka sendiri," kata dr. van Zyl.

Ketika viral load seseorang yang positif HIV menjadi tidak terdeteksi, itu mengubah cara mereka menjalani hidup mereka. Mereka dapat melakukan hubungan seks tanpa kondom, mereka dapat memiliki bayi, ibu dapat menyusui, misalnya. Jika Anda 'tidak terdeteksi', Anda pada dasarnya dapat menjalani kehidupan orang yang normal dan sehat.

Penting untuk diingat bahwa memiliki viral load yang tidak terdeteksi tidak berarti Anda sembuh dari HIV. Jika Anda berhenti memakai pengobatan, viral load Anda akan meningkat dan menjadi terdeteksi.

 

photo
Aksi kampanye anti-HIV&Aids; (ilustrasi)

 

Pengujian proxy tidak dianjurkan
Pengujian proxy adalah ketika Anda menganggap Anda HIV negatif karena pasangan Anda dites negatif, dan dokter tidak menganjurkannya. Setiap orang harus mengetahui status mereka sendiri.

Anda memerlukan 3 atau lebih obat ARV untuk mengobati HIV
Terapi antiretroviral (ART) akan selalu menyertakan kombinasi tiga atau lebih ARV yang digunakan untuk menekan kemampuan virus untuk membuat salinannya sendiri. Namun, van Zyl mengatakan bahwa mayoritas orang percaya bahwa dua ARV sudah cukup.

"Kami selalu memberikan lebih dari dua obat untuk memblokir siklus hidup HIV, karena obat yang berbeda bekerja pada fase siklus hidup yang berbeda untuk menghentikan penyebaran virus.  Dan inilah mengapa minum obat setiap hari sangat penting," jelasnya.

Efek samping dari obat saat ini lebih baik
Pengobatan untuk HIV yang kita miliki saat ini jauh lebih unggul daripada yang kita miliki bertahun-tahun yang lalu, kata van Zyl. Tubuh orang-orang dulu menjadi cacat karena perawatan di masa lalu. Dan itu membuat orang berhenti minum obat.

Ada beberapa obat yang menyebabkan lipodistrofi (distribusi lemak tidak normal). Tetapi saat ini obat-obatan itu tidak lagi dipakai, kecuali jika benar-benar dibutuhkan.

Obat Profilaksis Pasca Paparan (PEP)
PEP adalah pengobatan yang digunakan untuk mencegah HIV setelah paparan. Untuk alasan ini, praktisi kesehatan Anda akan menguji Anda untuk HIV sebelum meresepkan PEP, dan Anda mungkin diminta untuk menguji virus tersebut hingga 6 bulan setelah Anda mulai menggunakan PEP untuk memastikan Anda tetap negatif HIV.

 

Profilaksis Pra Paparan (PrEP)

Orang yang berisiko sangat tinggi untuk HIV harus minum PrEP setiap hari untuk mencegah HIV.  Uji coba untuk ini telah menunjukkan tingkat keberhasilan lebih dari 90 persen. Van Zyl menjelaskan bahwa dengan perawatan ini Anda harus berkomitmen untuk melakukan tiga hingga empat pemeriksaan bulanan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA