Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Kuliner Kaki Lima di Lima-Lima Mal Taman Anggrek

Kamis 21 Nov 2019 16:58 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Indira Rezkisari

Mal Taman Anggrek memiliki pusat kuliner Lima-Lima yang diisi sejumlah kuliner kaki lima populer.

Mal Taman Anggrek memiliki pusat kuliner Lima-Lima yang diisi sejumlah kuliner kaki lima populer.

Foto: dok MTA
Kawasan kuliner Lima-Lima memiliki sejumlah kuliner legendaris kaki lima.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat perbelanjaan Mal Taman Anggrek menghadirkan kawasan jajanan dan makanan khas kaki lima ke area kuliner Lima-Lima (55). Lima-Lima ingin menjadi wadah makanan legendaris kaki lima agar lebih mudah dan nyaman dinikmati masyarakat Jakarta.

"Kami menggandeng pedagang kaki lima, khususnya, kami ingin membawa masyarakat Jakarta bisa menikmati makanan legendaris kaki lima dengan nyaman dan konsep modern di Mal Taman Anggrek," kata Manajer Lima-Lima, Mimi Tjandra dalam konferensi pers di Lima-Lima, Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Rabu (20/11).

Terkait nama Lima-Lima, Mimi mengatakan memang ada makna khusus terhadap nama pusat jajanan Lima-Lima itu. Menurut dia, Lima-Lima ingin identik dengan pedagang kaki lima.

Manajemen memang ingin membawa pedagang kaki lima ke area kuliner itu, tetapi tanpa menghilangkan ciri khas dari kedai kaki lima. Jika biasanya masyarakat melihat tenda makanan di pinggir jalanan dengan nomor tenda, pengunjung juga bisa melihat hal serupa di Lima-Lima.

"Kalau biasanya melihat di pinggir jalan dengan nomor tertentu dengan tujuan menunjukkan nomor kiosnya, makanya di dalam kita punya kartu jajan juga konsepnya pakai nota seperti jajan di kaki lima," ujar Mimi.

photo
Mal Taman Anggrek memiliki pusat kuliner Lima-Lima yang diisi sejumlah kuliner kaki lima populer.


Dari sisi interior, Lima-Lima juga menerapkan konsep warna-warni untuk setiap gerai layaknya tenda kaki lima. Bahkan, Lima-Lima juga menggunakan piring warna-warna yang identik dengan kaki lima, seperti, orange dan hijau.

Mimi mengatakan Lima-Lima menerapkan model membayar elektronik untuk membeli makanan. Pengunjung cukup mengisi kartu belanja dengan sejumlah uang di kasir.
Terdapat dua jenis kartu, yakni warna hijau dan oranye. Warna hijau memungkinkan pengunjung hanya bisa menggunakan kartu tersebut pada hari itu. Sementata kartu warna orange memungkinkan pelanggan bisa menyimpan kartu selama sebulan.

Mimi memastikan Lima-Lima memiliki konsep yang berbeda dari area kuliner sejenisnya. Spesialnya, Lima-Lima menyediakan sebanyak 43 konter makanan dari berbagai cita rasa kaki lima.

Dari jumlah itu, terdapat 10 konter makanan legendaris, seperti, Otak-Otak Binatu AN, Pempek Bunga Mas, Mie Kangkung & Siomay Jangkung, Nasi Campur Putra Kenanga, Ketoepat Gloria Ny. Kartika Tjandra, The Kuo Tie Legend, dan Gado-Gado Petojo.

"Kita bisa menghadirkan makanan legendaris itu di Lima-Lima dengan konsep modern, sehingga pengunjung bisa menikmati makanan dengan suasana nyaman, tak perlu berpanas-panas ria. Supaya masyarakat Jakarta bisa merasakan makanan yang biasa dimakan di kaki lima," tutur Mimi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA