Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Mengenal Brain Frog yang Menghambat Kemampuan Berpikir

Rabu 20 Nov 2019 23:42 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah

Berpikir (Ilustrasi)

Berpikir (Ilustrasi)

Peradangan disebut bisa menjadi penyebab brain fog atau kabut otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernahkah Anda mengalami kelelahan saat berpikir? Hal ini biasanya disebut brain fog atau kabut otak. Ini merupakan masalah kelelahan mental yang kadang terjadi. Gangguan pada otak ini dapat menghambat kemampuan berpikir.

Istilah kabut otak menggambarkan sesuatu yang menyelimuti otak seperti kabut, sehingga melemahkan kemampuan kognitif. Kabut otak sering dikaitkan dengan kondisi medis kronis.

Dalam sebuah penelitian baru yang dilakukan para peneliti di University of Birminghamdan University of Amsterdam menemukan bahwa peradangan bisa menjadi penyebab kabut otak. Mereka menyimpulkan bahwa area peradangan otak cenderung melemah, yang mengontrol kesiapan dan kondisi siaga kita.

"Para ilmuwan telah lama mencurigai adanya hubungan antara peradangan dan kognisi, tapi sangat sulit untuk menjadi jelas tentang sebab dan akibatnya," kata Ali Mazaheri, Ph.D, seorang penulis senior studi ini, dilansir dari laman Mind Body Green, Rabu (20/11).

Misalnya, orang yang hidup dengan kondisi medis atau kelebihan berat badan mungkin mengeluh gangguan kognitif. Tetapi sulit untuk mengetahui apakah hal itu disebabkan peradangan yang terkait dengan kondisi ini atau jika ada alasan lain.

"Penelitian kami telah mengidentifikasi proses kritis tertentu dalam otak yang jelas terpengaruh ketika peradangan hadir," tambah Mazaheri.

Studi ini melibatkan laki-laki muda, yang diberi vaksin salmonella typhoid yang menyebabkan peradangan sementara, dan sedikit atau tidak ada efek samping lainnya. Beberapa jam kemudian, mereka diberikan penilaian kognitif dan aktivitas otak mereka diukur.

Baca Juga

Pada kesempatan terpisah, peserta diberikan vaksin plasebo (suntikan dengan air) dan menjalani pengujian sekali lagi. Hasilnya jelas proses perhatian dari mereka yang mengalami peradangan terganggu, dan mereka yang tanpa peradangan tidak terpengaruh.

"Hasil ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa ada bagian yang sangat spesifik dari jaringan otak yang dipengaruhi oleh peradangan. Ini bisa menjelaskan kabut otak," ujar Mazaheri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA