Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Benarkah Diet Keto Sebabkan Sembelit?

Rabu 20 Nov 2019 06:29 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Ada beragam metode diet, salah satunya adalah diet keto.

Ada beragam metode diet, salah satunya adalah diet keto.

Foto: Pixabay
Diet keto menganjurkan konsumsi lemak dalam jumlah tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diet keto merupakan suatu pengaturan pola makan di mana karbohidrat hanya dikonsumsi dalam jumlah kecil. Sebagai 'kompensasinya', diet keto menganjurkan konsumsi lemak dalam jumlah tinggi dan protein dalam jumlah sedang.

Sumber-sumber karbohidrat yang dibatasi dalam diet keto meliputi gula, pati atau tepung, gandum, hingga beberapa jenis buah dan sayur. Total asupan karbohidrat dalam diet keto dibatasi hanya kurang dari 50 gram per hari.

Terlepas dari klaim manfaat diet keto, pengaturan pola makan ini ternyata juga memiliki beberapa risiko untuk kesehatan. Salah satunya adalah risiko sembelit atau konstipasi.

Orang-orang yang menjalani diet keto memiliki kemungkinan untuk mengalami konstipasi ringan. Konstipasi ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, konstipasi bisa dikenali dengan satu atau beberapa gejala. Gejala-gejala tersebut adalah buang air besar kurang dari tiga kali per minggu, feses keras atau kering, sulit atau sakit saat buang air besar, serta buang air besar yang tidak tuntas.

Seperti dilansir Medical News Today, Rabu (20/11), ada beberapa alasan mengapa orang yang menjalani diet keto bisa mengalami konstipasi. Salah satu di antaranya adalah perubahan pola makan yang drastis secara cepat.

"Perubahan drastis pada pola makan seorang individu dapat memberikan dampak negatif bagi sistem pencernaan dan bahkan menyebabkan gejala seperti mual atau konstipasi," ungkap ahli gizi Katherine Marengo LDN RD.

Untuk mencegah konstipasi, upayakan penerapan diet keto dilakukans ecara bertahap selama sekitar satu minggu. Perubahan yang bertahap ini dapat meminimalisasi kemungkinan konstipasi akibat perubahan pengaturan pola makan.

Orang yang menjalani diet keto juga dapat mengalami konstipasi akibat kurang mengonsumsi serat. Seperti diketahui, orang yang menjalani diet keto biasanya hanya mengonsumsi paling banyak 50 gram karbohidrat per hari. Padahal jumlah rekomendasi konsumsi karbohidrat adalah 300 gram per hari.

Beberapa sumber karbohidrat adalah makanan-makanan yang kaya akan serat seperti buah, sayur dan gandum. Tanpa serat yang cukup, kemungkinan terjadinya konstipasi akan lebih besar.

Bila konstipasi sudah terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang menjalani diet keto. Salah satu di antaranya adalah menjaga hidrasi tubuh. Beberapa cara lain yang juga sebaiknya dilakukan adalah olahraga teratur dan berjalan kaki setelah makan.

"Konsumsi makanan tinggi serat dan rendah karbohidrat seperti kembang kol, kubis dan berry," terang Marengo.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA