Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Jangan Protes Kalau Anak Ubah Jalan Cerita Dongeng

Kamis 14 Nov 2019 19:53 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Aktivitas mendongeng dan membaca ialah bentuk pengasuhan berkualitas untuk membentuk perkembangan anak (Ilustrasi)

Aktivitas mendongeng dan membaca ialah bentuk pengasuhan berkualitas untuk membentuk perkembangan anak (Ilustrasi)

Foto: Corbis.com
Orang tua sebaiknya tak memandang salah-benarnya jalan cerita yang dibangun anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak hal yang bisa terjadi ketika orang tua sedang mendongengkan cerita kepada anaknya. Salah satunya adalah anak biasanya suka membangun cerita lain yang menurutnya lebih seru atau bahkan tak masuk akal di mata ayah ibunya.

"Orang tua sebaiknya tidak memandang salah-benarnya, harus banyak mendengarkan," tutur pendiri komunitas Ayo Dongeng Indonesia, Mochamad Ariyo Faridh Zidni atau Kak Aio usai konferensi pers Nivea #SentuhanIbu 2019 World of Imagination, di wilayah Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).

Pada saat menceritakan dongeng, orang tua harus melihat dan memerhatikan reaksi anak. Apakah anak senang dengan ceritanya dan apakah anak mengikuti jalan ceritanya atau tidak.

Dengan demikian, ketika mencoba membelokkan jalan cerita menjadi lebih imajinatif, orang tua tahu bagaimana imajinasi anak saat itu. Ayah dan ibu juga harus pintar mencari jalan cerita yang lain jika anak tak bisa mengikuti jalan cerita yang dikisahkan.

Menurut Ariyo, sebenarnya orang tua tak perlu terlalu teoretis dalam menceritakan dongeng. Akan tetapi, saat mendongeng, mereka harus bisa mengetahui respons anak sehingga bisa memantau perkembangan anandanya.

Bagaimana kalau saat orang tua bercerita, anaknya malah lebih antusias untuk menyampaikan cerita? Hal itu bukanlah sebuah persoalan besar. Anak juga bisa membangun cerita sendiri dalam cerita yang tengah dibangun oleh orang tua maupun anak.

“Mendongeng itu tidak hanya dari kita yang menyampaikan dan tidak harus menyelesaikan satu cerita dalam satu waktu. Tapi dongeng itu menciptakan pengalaman bersama,” ungkap Aio.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA