Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Kandungan Nutrisi dari Secangkir Kopi Mentega

Senin 18 Nov 2019 11:12 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah

Bulletproof Coffee atau Kopi Mentega (Ilustrasi)

Bulletproof Coffee atau Kopi Mentega (Ilustrasi)

Foto: bulletproof.com
Secara terpisah mentega dan kopi diketahui memiliki banyak manfaat diet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pagi hari identik dengan secangkir minuman hangat favorit sebelum memulai segudang aktivitas. Minuman hangat tersebut dapat berupa teh, kopi atau bahkan susu cokelat.

Agar tidak membosankan, seseorang bisa mencoba menambahkan mentega tawar pada kopinya. Secara terpisah mentega dan kopi diketahui memiliki banyak manfaat diet.

Jika disatukan, kopi mentega diketahui bisa membakar lemak dalam tubuh dan membantu menjernihkan mental. Kopi mentega ini dikenal dikonsumsi sebagai pengganti sarapan oleh mereka yang melakukan diet keto (tinggi lemak dan rendah karbohidrat).

Seperti yang dilansir dari Indian Express, Senin (18/11), untuk membuat minuman ini seseorang memerlukan secangkir kopi seduh, satu hingga dua sendok makan minyak kelapa, satu hingga dua sendok makan mentega tawar atau bahkan ghee. Cukup campur bahan dalam blender sampai mulai terlihat seperti latte.

Secangkir kopi mentega tersebut memiliki lemak jenuh dan vitamin A yang baik untuk kesehatan kulit, penglihatan dan kekebalan tubuh secara keseluruhan. Minuman ini juga mengandung sedikit kalsium, vitamin K dan E, serta B. Meskipun tidak ada banyak penelitian yang menjamin manfaat kesehatan dari kopi ini, orang mengatakan kopi mentega membantu menekan rasa lapar.

Lemak dalam kopi dikatakan memperlambat pencernaan dan meningkatkan perasaan kenyang dalam tubuh. Dengan demikian, bisa menyebabkan penurunan berat badan. Lemak tersebut juga disebut-sebut dapat memperpanjang efek kafein yang berujung meningkatkan kejernihan mental.

Meskipun ini bekerja baik bagi mereka yang melakukan diet keto, memulai hari dengan kafein tidak ideal. Para ahli setuju sarapan bergizi selalu lebih disukai daripada mode diet.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA