Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sering Dengar Suara Berdengung? Bisa Jadi Itu Tinitus

Jumat 15 Nov 2019 03:17 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Suara Bising di Telinga

Suara Bising di Telinga

Foto: corbis.com
Tinitus merupakan kondisi yang cukup umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apakah Anda pernah mengalami telinga yang terasa berdengung, bahkan terdengar berdering atau suara-suara lainnya yang tidak didengar oleh orang lain? Mungkin hal ini membuat Anda bertanya-tanya apakah yang salah? Pada kenyataannya, ini bukanlah suatu imajinasi atau masalah pikiran, namun mungkin Anda menderita tinitus.

Dilansir Huff Post, tinitus adalah kondisi di mana Anda mendengar suara atau sensasi di telinga, meski sebenarnya tidak ada suara apapaun yang muncul dari luar. Tinitus adalah kondisi yang cukup umum dan dilaporkan diderita oleh setidaknya 50 juta orang di Amerika Serikat (AS) atau setara dengan sekitar 15 persen dari populasi di negara itu.

Menurut Douglas Hildrew, dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) di Yale Medicine, tinitus dapat didefinisikan sebagai persepsi suara yang tak dapat diukur secara objektif. Pada tingkat tertentu, sangat normal untuk mendengar suara yang tidak dapat didengar orang lain.

“Tingkat suara tertentu di dalam telinga atau kepala sebenarnya normal dan sering dapat dideteksi jika seseorang ditempatkan di lingkungan yang cukup tenang," kata  William Reisacher, seorang otolaryngologist di NewYork-Presbyterian Hospital dan Weill Cornell Medicine.

Menurut Reisacher, secara umum, pikiran tidak memahami suara-suara yang muncul tersebut. Bagaimanapun, pikiran biasanya jauh lebih tertarik dengan suara yang memang muncul dari luar tubuh.

Masalahnya mulai muncul saat Anda mendengar suara-suara ini di lingkungan yang tidak sepenuhnya sunyi dan suara itu mulai mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Bagi sebagian orang, suara-suara tersebut bisa dikaitkan dengan kecemasan dan depresi.

Jika Anda mengalami tinitus, mungkin suara dering, nada tinggi, bersiul, mendesis, berdengung, berdenyut, atau suara lainnya, akan sering terdengar. Namun, hal ini berbeda-beda bagi tiap orang. Kebisingan dapat datang dan pergi, atau konstan, serta dapat bersifat sementara atau permanen.

Menurut Hildrew, beberapa orang bahkan bisa mendengar suara musik, meski tak ada musik yang diputar. Bagia sebagian orang lainnya, suara-suara itu bisa didengar di lingkungan yang ramai, sebagai contoh adalah sebuah restoran.

Untuk menentukan apakah Anda menderita tinitus, dokter atau audiolog biasanya akan melakukan pemeriksaan pendengaran yang komprehensif. Terkadang, dokter juga melakukan tes pencitraan seperti CT scan, tes gerakan dan kuesioner untuk melihat bagaimana tinitus mempengaruhi hidup Anda.

Tinitus bukanlah suatu penyakit, tetapi sebuah gejala yang menandakan masalah dengan sistem pendengaran tubuh Anda. Biasanya, tinitus muncul karena kerusakan pada telinga.

Meski tinitus mungkin berlangsung pendek atau tidak berbahaya bagi sebagian orang, tetapi ini mungkin mengubah hidup orang lain karena pengaruhnya ke mental, fisik, dan kognitif . Hal itu karena ini dapat mengganggu, membuat frustrasi ,dan berpotensi mengisolasi orang yang mengalaminya, seperti mereka akan terus-menerus mendengar nada tinggi atau suara mendengung dan tidak dapat berbuat apapun.

"Penyebab tinitus yang paling umum adalah gangguan pendengaran," kata Reisacher.

Kondisi lain yang juga dapat menyebabkan tinitus adalah migrain, trauma, serta otot yang tegang. Beberapa orang mengalami tinitus terkait dengan gangguan pendengaran sensorineural, yang terjadi ketika ada kerusakan pada telinga bagian dalam.

Bentuk kehilangan pendengaran yang lebih permanen ini sering kali berkaitan dengan usia, tetapi juga bisa diakibatkan oleh trauma atau paparan suara keras. Tinitus bisa menjadi sebuah kecacatan dan alat bantu dengar menjadi salah satu cara untuk mengatasinya, meski tidak selalu efektif.

Orang lain mungkin mengalami tinitus karena gangguan pendengaran konduktif, atau ketika suara tidak bisa menembus telinga luar dan tengah ke telinga dalam. Penyebab potensial termasuk infeksi, cairan di telinga, atau kotoran telinga yang tersangkut di saluran telinga.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA