Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Main Ponsel Semalaman, Wanita di Cina Kehilangan Penglihatan

Kamis 14 Nov 2019 17:01 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Reiny Dwinanda

Ponsel di tempat tidur (Ilustrasi)

Ponsel di tempat tidur (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Wanita di Cina kehilangan sebelah penglihatannya setelah main ponsel semalaman.

REPUBLIKA.CO.ID, SONGGANG --- Seorang wanita di Cina harus kehilangan sebelah penglihatannya setelah bermain ponsel semalaman. Perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu mengalami kerusakan pada bagian pembuluh darah di mata kirinya akibat ketegangan yang berlebihan setelah terlalu lama bermain ponsel.

"Pasien terjaga semalaman bermain ponsel, paginya setelah dia bangun, dia mengambil ponselnya dan menggunakannya lagi. Sekitar lima menit kemudian, pasien mendapati mata kirinya tak bisa melihat apa-apa," kata dr Qiu Wangjian seorang dokter di Rumah Sakit Umum Songgang, seperti dilansir Fox News pada Kamis (14/11).

Wangjian mengatakan, berdasarkan pemindaian tampak terdapat bercak darah di retina wanita itu hingga menghalangi penglihatannya. Kondisi tersebut mengarah pada diagnosis retinopati Valsava.

Baca Juga

Kasus-kasus terkait retinopati Valsava karena ketegangan serius pada mata biasanya ditandai dengan gejala, seperti muntah, serangan asma, batuk berat atau gangguan kesehatan lainnya.  Pasien wanita itu pun mendapat perawatan laser untuk membuat lubang kecil di retina yang memungkinkan darah mengalir sehingga penglihatannya bisa dipulihkan kembali.

"Penting bagi kami menanganinya dengan cepat agar dia tak menderita efek jangka panjang," katanya.

Berbagai penelitian telah melaporkan kasus-kasus terkait kerusakan mata akibat penggunaan ponsel yang berlebihan. Misalnya seperti laporannya para peneliti di Universitas Toledo tahun lalu yang menemukan paparan sinar biru pada ponsel tak hanya merusak retina mata, tapi juga menimbulkan molekul beracun yang bisa mengarah pada degenerasi makula.

Maret lalu Akademi Oftalmologi Amerika (AAO) mengatakan paparan durasi layar ponsel, baik yang berhubungan dengan pekerja maupun penggunaan pribadi, telah menyebabkan peningkatan keluhan mata mulai dari mata kering, sakit kepala hingga insomnia. AAO pun merekomendasikan untuk menjaga jarak dari monitor atau layar komputer sejauh lengan serta menggunakan filter layar matte.

AAP juga menyarankan untuk menyesuaikan pencahayaan ponsel atau komputer sehingga mata tak harus bekerja keras untuk melihat. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk mengistirahatkan mata dengan aturan istirahat setiap 20 menit dengan melihat objek sejauh 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. AAO pun merekomendasikan agar mata tetap lembab serta berhenti menggunakan ponsel sebelum tidur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA