Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Cara Memilih Suplementasi Nutrisi untuk Lansia

Kamis 14 Nov 2019 14:22 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Ikan salmon kaya omega yang baik sebagai asupan nutrisi bagi lansia.

Ikan salmon kaya omega yang baik sebagai asupan nutrisi bagi lansia.

Foto: AP
Suplementasi nutrisi untuk lansia bisa membantu memperbaiki status gizinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lansia membutuhkan zat gizi makro seperti energi (kalori) yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Mereka juga memerlukan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral, terutama disarankan yang mengandung antioksidan tinggi.

Selain mengonsumsi asupan yang tepat, lansia juga bisa diberikan tambahan suplementasi nutrisi oral (ONS). Menurut dokter spesialis geriatri, Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp. PD -KGer, pemberian ONS meningkatkan asupan energi dan zat gizi pada pasien lansia.

Ia mengatakan analisa dari Cochrane membuktikan pemberian ONS dapat meningkatkan asupan energi dan zat gizi pada lansia dalam 29 dari 33 penelitian yang dianalisa. Kemudian memperbaiki rata-rata survival, yakni menurunkan risiko mortalitas pasien lansia.

Manfaat lainnya adalah mempertahankan dan memperbaiki status gizi, serta mencegah kehilangan berat badan ketika asupan makanan biasa tidak mencukupi.

Dalam kesempatan yang sama, Marketing Manager Nestle Health Science (NHS) dr. Yulia Megawati mengungkapkan bagaimana memilih ONS untuk lansia. Pertama kali yang dilihat adalah informasi tabel terkait kalori.

Kebutuhan energi setiap lansia memang berbeda-beda. Pilihlah ONS yang memberikan energi cukup untuk aktivitas sehari-hari.

Kedua, cek jumlah dan jenis lemaknya. Dokter Yulia mengungkapkan lemak yang harus diperbanyak adalah lemak sehat, tunggal, dan ganda, termasuk, omega tiga dan omega enam. Omega tiga dan omega enam bermanfaat menjaga kesehatan jantung.

"Lemak yang tidak dianjurkan adalah lemak trans. Contohnya goreng-gorengan. Minyaknya sudah mulai hitam," ujar dr Yulia dalam acara Nestle BOOST Optimum di Jakarta, pekan ini.

Ketiga, cek jumlah dan jenis proteinnya. Sebisa mungkin, dr.Yulia mengungkapkan, pilihlah sumber protein yang berkualitas.

Dikatakan berkualitas, yakni memiliki asam amino yang lengkap. Lansia memiliki kebutuhan protein 1,2 gram per kilogram berat badan per hari. Jika lansia sedang sakit, kebutuhan proteinnya menjadi 1,2 gram hingga 1,5 gram per kilogram berat badan per hari.

Keempat, cek jumlah dan jenis karbohidrat. Penuhi kebutuhan serat pangan dan perhatikan kandungan gula.

Kelima, cek kelengkapan vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral menjaga tubuh lansia tetap sehat dan bugar.

Selenium, vitamin B6, B12, dan E untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu kalsium, magnesium, dan vitamin D untuk menjaga kepadatan tulang.




Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA