Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Defisit Kalori, Cara Mudah Hilangkan Lemak Tubuh

Kamis 14 Nov 2019 02:52 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Rumput laut merupakan sumber serat alami yang dapat membantu menghambat penyerapan lemak pada tubuh.

Rumput laut merupakan sumber serat alami yang dapat membantu menghambat penyerapan lemak pada tubuh.

Foto: corbis
Defisit kalori adalah menekan kalori yang dikonsumsi dengan kalori yang dibutuhkan.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Siapa bilang menghilangkan lemak tubuh adalah hal yang sulit dilakukan? Pendiri High Performance Nutrition Australia, Ryan Pinto, mengungkapkan cara mudah mengusir kelebihan lemak dengan penerapan defisit kalori.

"Jika Anda tahu dasar-dasarnya yang absolut, Anda dapat memilih perilaku berdasarkan preferensi pribadi Anda sendiri. Mari kita buat aturan nutrisi sesederhana mungkin daripada menyulitkannya," kata Pinto, dikutip dari laman Daily Mail.

Dia menyayangkan, industri penurunan berat badan senang berfokus pada hal-hal ekstrem. Misalnya, saran makan enam kali sehari untuk meningkatkan metabolisme atau melatih kebiasaan menahan lapar untuk menghilangkan lemak.

Penjelasan mudahnya, defisit kalori adalah menekan jumlah kalori yang dikonsumsi per hari dengan kalori yang dibutuhkan. Untuk mencapainya, kebiasaan yang dianjurkan adalah makan bergizi, asupan protein cukup, olahraga, gaya hidup aktif, dan tidur yang cukup.

Pakar diet Australia Susie Burrell sepakat dengan saran itu. Menurut dia, tak ada masalah jika kebiasaan itu diadopsi dengan benar. Masalahnya, ada sebagian orang yang sudah melakoninya tapi tetap tak ada perubahan signifikan.

Penyebab umum hal tersebut yakni tingkat insulin yang tidak seimbang. Insulin adalah hormon yang mengontrol metabolisme glukosa dan lemak dalam tubuh. Kadar insulin yang tinggi dari waktu ke waktu dapat membuat penurunan berat badan menjadi sangat sulit.

Resistensi insulin bersifat klinis dan terjadi ketika hormon yang bertanggung jawab atas kadar glukosa tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Semakin tinggi jumlah insulin dalam tubuh, semakin sulit untuk membakar lemak.

Untuk mengobati dan mencegah masalah itu, Susie merekomendasikan diet tinggi protein. Konsumsi harian harus terdiri dari jumlah moderat karbohidrat, bahkan menghilangkan karbohidrat olahan sebanyak mungkin dari diet.

Menggabungkan gerakan tepat dan latihan intensitas tinggi adalah komponen penting dalam pengelolaan tersebut. Jenis latihan yang tepat dapat mengajarkan otot untuk kembali membakar karbohidrat secara efisien.

"Idealnya berjalan 10.000 langkah atau lebih sehari, ditambah dengan sesi pelatihan kardio intensitas tinggi selama 30-40 menit seperti berlari, kelas aerobik, atau Zumba," ujar Susie.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA