Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Pentingnya Pertemanan di Usia Senja

Rabu 13 Nov 2019 15:44 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Nora Azizah

Pertemanan Lansia (Ilustrasi)

Pertemanan Lansia (Ilustrasi)

Foto: IndianExpress
Jalinan pertemanan di atas usia 45 tahun berdampak positif bagi psikologis seseorang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemampuan untuk berkawan tidak bisa dibatasi hanya pada usia muda. Sebab, berapapun usianya, bersosialisasi dan membuat jaringan pertemanan nyatanya penting bagi setiap orang.

Sejauh ini memang ada pergeseran sosial karena kemajuan teknologi. Terlebih ketika menyangkut pekerjaan yang membatasi waktu bersosialisasi, di mana interaksi sosial mulai terbongkar.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Swinburne University dan VicHealth, menemukan bahwa satu dari tiga orang dewasa berusia 18 hingga 25 melaporkan tingkat kesepian yang bermasalah. Bahkan lebih jauh, satu dari empat pemuda (berusia 12 hingga 25) melaporkan rasa kesepian yang dialami, setidaknya tiga hari atau lebih dalam sepekan.

Penelitian tersebut semakin menunjukkan bahwa efek kesepian memiliki implikasi kesehatan yang sangat besar. Bahkan, berisiko memiliki umur yang lebih pendek dari pada perokok aktif.

Pasalnya, orang yang kesepian memiliki tingkat depresi dan kesehatan jantung yang lebih buruk. Lebih jauh, di usia dewasa, tingkat penurunan kognitif dan demensia juga bisa terjadi lebih cepat.

Oleh sebab itu, jika masih memiliki pola pikir bahwa berteman tidak cocok untuk orang dewasa, sebaiknya hal tersebut dibuang jauh-jauh. Hal tersebut juga dikemukakan oleh psikolog klinis, Dr Kate Cummins, menurut dia, berbeda dengan orang dewasa, anak-anak bisa menjalin pertemanan ketika dihadapkan dengan kesempatan baru tanpa adanya penolakan.

"Selama masa kanak-kanak, bagian otak kita (prefrontal cortex) yang menyediakan kemampuan fungsi eksekutif seperti penilaian, perencanaan, dan kepribadian tidak sepenuhnya berkembang," katanya seperti dilansir theladders, Rabu (13/11).

Baca Juga

photo
Lansia (ilustrasi)


Dia menambahkan, memang ketika dewasa ada keadaan yang berubah disertai dengan tanggung jawab yang meningkat. Namun demikian, meski sulit karena adanya persaingan dengan orang lain, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyerah dalam berkawan.

"Seiring bertambahnya usia, kita semakin memikirkan tentang penilaian orang lain, atau pemikiran yang mungkin mereka miliki tentang kita," tambahnya.

Buktinya menurut dia, masih banyak orang dewasa yang bisa terus berteman, terutama mereka yang memang dipaksa keluar dari zona nyaman. Ketika tumbuh dewasa, rata-rata orang akan memilih untuk bermitra, dan memulai sebuah keluarga.

Biasanya persahabatan dikesampingkan, dan memulai memprioritaskan anak dan istri, atau bahkan pekerjaanya. Hal tersebut juga berkaitan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa, persahabatan yang masih terjalin di masa dewasa memang sangat baik dan bermanfaat bagi kita.

Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh British Medical Journal menemukan bahwa, pria dan wanita yang melaporkan memiliki 10 atau lebih pertemanan pada usia 45 tahun, memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang secara signifikan lebih tinggi pada usia 50, dari pada mereka yang memiliki lebih sedikit teman. Dan bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa persahabatan yang baik, juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi kognitif.

Di mana, wanita khususnya mendapatkan manfaat yang lebih baik, terlebih bagi persahabatan sesama jenis.

Oleh sebab itu, ketika menemui orang baru, jangan canggung untuk mulai berinteraksi. Hal baik jika kemudian bisa terkoneksi ke berbagai jejaring internet. Dengan upaya tersebut, persahabatan di masa tua bukan tidak mungkin, bahkan bisa menjadi persahabatan sejati.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA