Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Informasi Soal Kopi Ini Ternyata tidak Benar, Apa Saja?

Rabu 13 Nov 2019 15:34 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Nora Azizah

Segelas Kopi (Ilustrasi)

Segelas Kopi (Ilustrasi)

Foto: Pexels
Ada beberapa hal tentang kopi yang tidak sepenuhnya benar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang tak bisa melewati hari-harinya tanpa kopi. Namun sebgian lain memilih untuk meninum kopi lantaran terdapat sejumlah efek samping yang ia butuhkan, seperti menghilangkan kantuk.

Baca Juga

Padahal hal itu tak sepenuhnya benar. Dilansir dari laman pinkvilla.com, Rabu (13/11), ternyata terdapat beberapa mitos terkait kopi yang sudah menyebar hampir di seluruh dunia.

Kopi disebut bisa membantu untuk menurunkan berat badan, namun ini tidak benar. Meminum kopi memang mendorong metabolisme dan kandungan kafeinnya dapat menghilang nafsu makan secara sementara. Namun belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa kopi bisa membantu target penurunan berat badan Anda.

Ada pula yang menyebut kopi bisa menghilang efek mabuk alkohol. Hal ini sudah terkenal, bahwa segalas kopi bisa membuat seorang yang mabuk kembali sadar. Namun, kopi tidak membuat orang mabuk menjadi sadar, hanya saja kopi bisa membuat rasa grogi mereka berkurang. Selain itu juga membuat orang yang mabuk sedikit lebih peka pada kondisi sekitar.

Minum kopi membuat kecanduan? Ini mitos. Kafein, baik itu pada kopi ataupun teh, memang merangsang saraf pusat sehingga menyebabkan ketergantungan. Namun, efek itu hanya berlangsung selama satu atau dua hari. Selebihnya, Anda bisa berhenti minum kopi atau tak ketergantungan lagi.

Kopi yang disangrai lebih matang (dark rost) adalah kopi yang memiliki rasa yang kuat. Padahal ini berlaku sebaliknya. Kopi yang disangrai lebih lama akan kehilangan zat kafeinnya, yang tersisa hanyalah rasa asam.

Kemudian, ada yang menyebut bahwa kopi menyebabkan penyakit jantung. Apapun yang dikonsumsi secara tidak berlebihan maka tidak akan merusak organ atau sistem tubuh. Begitupun dengan kopi jika hanya dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Jika seseorang mengidap tekanan darah tinggi, maka mengkonsumsi kopi memang bisa meningkatkan denyut jantung. Namun, kafein tak memiliki kaitan langsung dengan penyakit kolesterol atau kardiovaskular.

Minum kopi setelah makan siang bisa membuat insomnia, benarkah? Kafein memang adalah stimulan, tapi mengkonsumsinya saat makan siang tidak akan mempengaruhi siklus tidur. Sebab, semua unsur kopi itu telah diproses oleh tubuh dan dikeluarkan tubuh dalam rentang waktu empat hingga tujuh jam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA