Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Mau Tidur Nyenyak? Coba Ubah Suasana Kamar Jadi Seperti Ini

Rabu 13 Nov 2019 14:25 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nora Azizah

Kamar tidur (Ilustrasi)

Kamar tidur (Ilustrasi)

Foto: Needpix
Tidur nyenyak bisa didapatkan dengan mengubah lingkungan kamar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendapatkan tidur nyenyak dan berkualitas memang menjadi masalah bagi sebagian orang. Tak heran bila banyak cara dilakukan, mulai dari menciptakan suasana tenang atau mengonsumsi obat tidur.

Baca Juga

Dalam buku The Art of Sleeping karya Ahli Gizi Rob Hobson, terdapat tiga pilar utama tidur nyenyak, yakni perilaku, lingkungan, dan pola makan. Di dalam bukunya, Hobson memetakan ritual tidur untuk seseorang agar bisa berkualitas.

"Satu hal yang membuat perbedaan besar dalam cara saya tidur adalah berfokus pada lingkungan kamar saya," kata Hobson, dilansir melalui Stylist, Rabu (13/11).

Laman Stylist sedikit merangkum beberapa cara yang dianjurkan Hobson untuk mendapatkan tidur nyenyak. Berikut ulasannya.



Gunakan kasur yang bagus
Ini adalah pengeluaran besar, tetapi permukaan tempat Anda tidur sangat penting untuk mempromosikan istirahat malam yang baik. Untuk alasan ini jangan segan membeli kasur bagus untuk berinvestasi.

Banyak orang mengaitkan sakit punggung dan leher, kekakuan, dan nyeri lainnya sebagai alasan untuk tidak tidur nyenyak, dan ini semua bisa dikaitkan dengan kasur Anda.

Kasur tua juga dapat menyebabkan pilek, bersin atau batuk karena penumpukan alergen dan debu.  Anda harus mencoba dan mengganti kasur Anda setiap 7-10 tahun. Lakukan riset untuk menemukan kasur yang paling nyaman dan selalu gunakan untuk ukuran sebesar mungkin, terutama jika Anda berbagi tempat tidur dengan pasangan.

Gunakan alas tempat tidur berkualitas
Pilih seprai katun yang dapat bernapas, untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap yang berkontribusi pada kualitas tidur, dan selalu memastikan itu hipoalergenik, karena ini dapat membantu menangkal alergi yang dapat mengganggu tidur dan mendorong mendengkur.

photo
Kamar Tidur. ILustrasi

 

Cuci alas kasur Anda secara teratur
Sama sekali tidak ada yang lebih menarik daripada seprai yang baru saja dicuci dengan bantal-bantal dan selimut tebal. Memikirkan hal itu saja membuat Anda ingin langsung masuk dan tidur.

Disarankan untuk mencuci seprai dua kali seminggu. Gunakan banyak pelembut kain untuk menjaga seprai tetap lembut, beraroma dan cerah. Ini adalah strategi yang digunakan oleh orang-orang dalam klub olahraga profesional, beberapa di antaranya diberikan seprai baru setiap malam.

Pindahkan semua peralatan listrik
Pandangan Hobson adalah bahwa kamar tidur Anda harus didedikasikan untuk tidur, dan peralatan listrik dapat mencegah tidur dengan berbagai cara. Cahaya biru yang dipancarkan televisi, laptop, dan telepon dapat menghambat produksi hormon tidur melatonin. Menjaga kamar tidur Anda bebas dari kekacauan membantu menciptakan lingkungan tidur yang lebih tenang.

Lampu siaga pada peralatan ini juga bisa menjadi fokus perhatian jika Anda kesulitan tidur. Jika Anda menggunakan jam alarm listrik, jaga agar tetap menghadap ke bawah karena ini juga bisa sangat mengganggu jika Anda kesulitan tidur.

Atur pencahayaan kamar
Pertama, cobalah untuk memblokir semua cahaya dengan menggunakan tirai atau tirai hitam, yang juga membantu untuk memblokir kebisingan jalan. Cahaya tidak hanya memengaruhi kemampuan Anda untuk tidur melalui produksi melatonin, tetapi juga sangat mengganggu jika Anda kesulitan tidur di malam hari.

Tempelkan lampu di samping tempat tidur yang dilengkapi dengan sakelar dimmer, dan lampu pijar untuk meminimalkan paparan Anda terhadap cahaya terang. Lampu merah memiliki dampak paling kecil pada produksi melatonin. Serangkaian lampu merah di kepala tempat tidur menawarkan cahaya yang cukup untuk dibaca, tetapi ini tidak semua orang menyukainya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA