Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Peran Strategis Ayah di Tumbuh Kembang Anak

Rabu 13 Nov 2019 04:43 WIB

Red: Indira Rezkisari

Ilustrasi sekeluarga mengaji, mengaji sekeluarga, mengaji bersama, ngaji bersama

Ilustrasi sekeluarga mengaji, mengaji sekeluarga, mengaji bersama, ngaji bersama

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Ayah merupakan figur teladan dalam perkembangan moral anak.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Akademikus Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Wisnu Widjanarko mengingatkan ayah memiliki peran yang sangat strategis dalam proses tumbuh kembang anak. "Peran ayah sangat strategis dalam membersamai proses tumbuh kembang dan karakter anak," katanya di Purwokerto, Selasa (12/11).

Wisnu yang merupakan dosen komunikasi keluarga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman itu menjelaskan, ayah merupakan figur yang menjadi teladan dalam pengembangan moralitas dan karakter seorang anak. "Keteladanan diperlukan agar anak belajar untuk menjadi pribadi yang mandiri, memahami tanggung jawab serta belajar berinteraksi sosial dengan sehat," katanya.

Dia juga menambahkan, keluarga merupakan sebuah ekosistem di mana orang tua perlu berbagi peran. Sehingga anak-anak dapat berproses dengan baik dan memenuhi tugas-tugas sesuai perkembangannya.

Sementara itu, dia juga mengatakan bahwa peringatan Hari Ayah Nasional 12 November dapat menjadi momentum yang tepat bagi orang tua. Khususnya ayah dalam mengekspresikan perhatian dan rasa sayang kepada anak.

"Ini momentum yang baik bagi ayah untuk lebih intensif mengekspresikan perhatian dan rasa sayang kepada anak. Karena dukungan dan rasa penyertaan tersebut penting bagi anak dalam berproses," katanya.

Kedua, kata dia, orang tua khususnya ayah perlu mengoptimalkan perannya sebagai sahabat bagi anak.

"Ayah seyogyanya berperan sebagai 'sahabat' yang bersedia mendengarkan tanpa harus melakukan penghakiman karena dinamika interaksi sosial anak berbeda dengan orang tua, yang dibutuhkan adalah kenyamanan dan rasa percaya bahwa sang ayah mau mendengar dari versinya," katanya.

Selain itu, kata dia, ayah harus selalu mengingat bahwa dirinya merupakan figur di mana setiap kata dan perbuatannya menjadi contoh bagi anak. "Apa yang diucapkan dan dilakukan ayah akan menjadi contoh teladan yang efektif bagi anak bahkan bila dibandingkan dengan ucapan dan nasihat," katanya.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA