Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Naik Pesawat Kelas Ekonomi, Jangan Rebahkan Kursi Dong!

Selasa 12 Nov 2019 14:00 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Kursi pesawat kelas ekonomi.

Kursi pesawat kelas ekonomi.

Foto: Reiny Dwinanda/Republika
Penumpang kelas ekonomi sebaiknya tak merebahkan kursinya demi kenyamanan bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berhentilah mencoba merebahkan kursi Anda di pesawat. Hal ini adalah peringatan yang perlu diberikan bagi orang-orang yang akan melakukan penerbangan di kelas ekonomi.

Dilansir USA Today, dua maskapai penerbangan domestik di Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah membatasi penumpang untuk dapat merebahkan kursi di kelas ekonomi. Sementara itu, hal ini telah menjadi kesepakatan tidak tertulis di antara penumpang, bahkan meski maskapai tidak membuat aturan itu.

“Merebahkan kursi adalah satu satu kebiasaan penumpang pesawat yang paling menjengkelkan, tidak nyaman, dan hanya bertujuan memanjakan dirinya sendiri,” ujar Simon Sapper, seorang konsultan organisasi dan sering melakukan perjalanan.

Masih banyak perdebatan publik yang muncul dari larangan ini. Padahal, jelas-jelas merebahkan kursi pesawat dapat menganggu kenyamanan orang lain, tindakan yang tidak sopan dan egois.

Terlebih, kursi di kelas ekonomi memiliki keterbatasan ruang untuk kaki atau dengan kata lain sempit. Jika Anda merebahkan kursi, ada kemungkinan orang di belakang Anda menjadi tidak bisa bergerak.

“Maskapai harus menekankan pada penumpang apa yang telah diajarkan orang tua pada anak-anak, bahwa jika tidak cukup sesuatu untuk dibagikan, tunggulah hingga waktunya tiba (tepat),” ujar Mary Camillo, konsultan perjalanan dari Middletown, New Jersey.

Camillo juga mengatakan sebaiknya maskapai penerbangan tidak lagi menyebut "Duduk, santai, dan selamat nikmati penerbangan ini". Itu dianggap sebagai frasa-frasa yang sangat kejam karena bisa membuat orang-orang menjadi egois.

Sebenarnya, merebahkan kursi bukanlah satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk menikmati perjalanan di pesawat. Anda bisa melakukan lainnya, seperti mengobrol, makan, atau menikmati tontonan, dan mendengarkan musik dengan posisi duduk sewajarnya.

Maskapai penerbangan juga disarankan untuk mengunci kursi ekonomi dari sandaran secara permanen. Dengan demikian, tidak akan ada lagi celah untuk merebahkan kursi.

Demi mendapatkan keuntungan lebih, maskapai mencoba mengangkut lebih banyak penumpang . Sebelum deregulasi maskapai, banyak kursi kelas ekonomi memiliki jarak 36 inci untuk ruang kaki. Kini, jaraknya berkurang drastis hingga 28 inci saja.

Di antara keterbatasan ruang, orang yang merebahkan kursinya niscaya akan menjajah area penumpang lain. Sandaran kursinya akan mentok di kaki penumpang yang duduk di belakangnya hingga akhirnya memicu pertengkaran.
 
Lantas, mengapa maskapai tak melarangnya? Soalnya, kalau diberlakukan pelarang maka berarti maskapai penerbangan seperti mengakui bahwa mereka tidak peduli dengan kenyamanan penumpang.

"Mengingat jarak antarkursi semakin mepet, merebahkan kursi sudah tak patut dipertahankan lagi. Semoga semua maskapai mau menghilangkan fungsi itu," kata Larry Hickerson, pensiunan inspektor Air Force yang telah terbang jutaan kali.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA