Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Kebiasaan Sehat Ini Ternyata Bisa Ganggu Kesehatan Usus

Selasa 12 Nov 2019 04:11 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nora Azizah

Wanita sehat pencernaan (Ilustrasi)

Wanita sehat pencernaan (Ilustrasi)

Foto: Womanitely
Ada sejumlah kebiasaan yang ternyata bisa memicu gangguan usus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesehatan usus penting diutamakan manusia agar menjalani keseharian denga lancar. Gejala diare dan mual sebaiknya tidak dipandang sebelah mata karena mengganggu aktivitas harian. Dilansir melalui Bustle, Selasa (12/11), ternyata ada sejumlah kebiasaan yang memicu gangguan usus.

"BAB anda (ukurannya, bentuknya, warnanya, teksturnya, frekuensinya) menjadi salah satu indikator kesehatan pencernaan," kata Ara Katz selaku co-founder Seed merupakan perusahaan yang fokus pada riset terkait kesehatan usus.

Berikut ialah kegiatan yang dapat mengganggu kesehatan usus versi Seed.

Baca Juga

Makan banyak protein
Pengaturan konsumsi protein berperan penting dalam kesehatan kulit dan otot. Protein juga membantu menguatkan kesehatan tulang. Namun, ahli kesehatan pencernaan dari klinik Cleveland Christine Lee membantahnya. Ia menekankan konsumsi protein tinggi malah mengarah pada penyakit usus. Sebab tubuh tak mendapat konsumsi seimbang dari karbohidrat dan serat.

Bangun lebih pagi untuk olahraga
Memulai kebiasaan bangun pagi pada hari tertentu untuk olahraga nampaknya baik untuk kesehatan. Tapi ternyata hal itu berpengaruh pada BAB. Sebab gangguan pada pola tidur yang sudah terbentuk akan mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Solusinya bukan menghindari olahraga pada pagi hari. Karena olahraga tetap ada manfaatnya. Hanya saja, disarankan untuk punya jadwal olahraga yang tetap sehingga tak mengganggu pola tidur.

photo
Perempuan olahraga lari (Ilustrasi)

 

Konsumsi probiotik
Produk probiotik ternyata tidak selalu bermanfaat positif bagi tubuh. Segala manfaat yang dijanjikan probiotik tak selalu terpenuhi. Probiotik justru ada yang berpotensi menyulitkan BAB.

"Nampaknya banyak sekali iklan mengkampanyekan budaya konsumsi probiotik," kata ahli kesehatan, Reid.

Padahal ia mengingatkan kehadiran bakteri pada probiotik tak selalu dibutuhkan tubuh. Bahkan riset pada 2015 menunjukkan ada probiotik yang bisa memicu diaer.

Konsumsi vitamin
"Sejumlah vitamin dan suplemen seperti zat besi dan magnesium justru mengarah pada masalah BAB," kata ahli kesehatan, James Wantuck.

Ia menyebut riset pada 2015 menemukan suplemen zat besi malah jadi penyebab sakit perut. Kemudian, Office of Dietary Supplements (ODS) melaporkan kelebihan magnesium dari suplemen menyebabkan diare.

Lari jarak jauh
Olahraga lari memang bermanfaat positif pada kesehatan tubuh. Bahkan lari satu menit saja per hari bisa meningkatkan kesehatan tulang bagi perempuan. Namun jika anda mengalami keinginan untuk BAB di saat lari maka anda bukan satu-satunya.

"Diare bagi pelari ialah karakteristik yang dicermati dari frekuensinya selama atau sesudah lari. Penyakit ini umum dialami pelari jarak jauh," kata ahli kesehatan olahraga Edward Laskowski.

Solusinya ialah menjaga hidrasi tubuh, mencegah kafein dan makan yang berserat sebelum lari dapat mencegah penyakit diare bagi pelari.

Konsumi Serat Berlebihan
Konsumi makanan berserat baik bagi tubuh. Namun jumlah konsumsinya mesti diatur agar tak berlebihan. Sebab, konsumsi serat berlebihan ikut mempengaruhi kesehatan usus. Hal ini berlaku terutama bagi pelaku diet yang mengonsumi serat tinggi seperti gandum, buah, sayur, kacang.

Riset pada 2012 menunjukkan penderita sakit perut kronis mampu mengurangi simtom penyakit mereka lewat diet serat. Sehingga walau serat baik, konsumsinya harus tetap seimbang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA