Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Saran Bagi Pasien Penyakit Jantung Bawaan

Senin 11 Nov 2019 21:44 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nora Azizah

Serangan jantung (Ilustrasi)

Serangan jantung (Ilustrasi)

Foto: Telegraph
Gaya hidup mempengaruhi kehidupan pasien penyakit jantung bawaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit jantung merupakan penyakit yang sebagian diturunkan. Namun orang yang mewarisi penyakit ini dan mengalami serangan jantung, umumnya dapat bertahan hidup dengan cukup baik. Berdasarkan studi terbaru, masyarakat Selandia Baru yang mendapatkan penyakit ini karena keturunan maupun tidak, dapat bertahan hidup.

"Kami tidak dapat mengubah DNA kami tetapi kami juga tidak hancur karena itu," kata Dr Anna Pilbrow, seorang peneliti senior di Christchurch Heart Institute, di University of Otago, dilansir di Stuff.co.nz, Senin (11/11).

Menurut Pilbrow, meskipun memiliki riwayat keluarga yang kuat akan penyakit jantung, seseorang dapat mengurangi risiko penyakit jantungnya dengan memiliki gaya hidup sehat dan mengonsumsi obat-obatan. Pilihan gaya hidup mempengaruhi kesehatan jantung.

Pilbrow bersama dengan Profesor Vicky Cameron dan rekannya, pertama kali melaporkan hal ini pada April 2010. Laporan ini berdasarkan penelitian bertahun-tahun dengan hampir 1900 masyarakat Selandia Baru dengan masalah jantung.

Mereka adalah peneliti jantung pertama yang menunjukkan pasien jantung yang membawa varian DNA risiko tinggi bertahan sama baiknya dengan mereka yang membawa bentuk DNA risiko rendah. Saat ini, penelitian tersebut telah direplikasi dalam meta-analisis yang mengumpulkan data dari 57 studi dari 18 negara yang mencakup hampir 200 ribu orang termasuk 3.000 dari Selandia Baru.

"Temuan-temuan dari studi internasional yang jauh lebih besar secara meyakinkan telah mereplikasi penelitian sebelumnya yang dilakukan di sini di Christchurch," kata Cameron.

Temuan seperti ini tentang genetika dan penyakit jantung menjadi mungkin dimulai pada tahun 2000-an, ketika seluruh genom manusia diurutkan. Penelitian serupa sedang dilakukan dengan populasi Asia dan lainnya.

Tim peneliti mengambil sample dari komunitas Māori dan Polinesia untuk memberikan kekuatan statistik yang lebih besar pada data mereka, kata Cameron. Populasi penelitian internasional juga 73 persen laki-laki, yang mencerminkan bahwa pria menderita lebih banyak serangan jantung daripada wanita.

Cameron mengatakan, saran tentang pencegahan penyakit jantung tetap stabil untuk sementara waktu, makanlah dengan baik, termasuk banyak sayuran buah-buahan, jangan merokok, minum secukupnya dan berolahraga. Hal ini berlaku untuk semua orang, tetapi terutama berlaku bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung keluarga.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA