Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

UI Gelar Edukasi Lansia Soal Gigi Tiruan

Senin 11 Nov 2019 08:25 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Gita Amanda

Gigi Tiruan (ilustrasi)

Gigi Tiruan (ilustrasi)

Masyarakat khususnya lansia perlu memahami pentingnya pemakaian gigi tiruan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para dosen dan mahasiswa Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) menggelar edukasi bagi kaum lansia tentang pemakaian gigi tiruan. Program ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, konsultasi dan pemeriksaan serta perawatan kesehatan gigi kepada puluhan lansia di Puskesmas kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKG UI Ratna Sari Dewi menuturkan masyarakat khususnya lansia perlu memahami pentingnya melakukan pergantian kehilangan gigi dengan gigi tiruan. Ia menyampaikan kegiatan ini berangkat dari fakta bahwa masyarakat yang kehilangan gigi belum banyak yang menyadari akan pentingnya pemakaian gigi tiruan.

"Pasien yang berobat di Puskesmas Kecamatan Menteng masih sedikit yang menggunakan gigi tiruan untuk menggantikan gigi yang hilang. Selain Puskesmas Kecamatan Menteng tidak melayani pembuatan gigi tiruan, hal ini disebabkan pula oleh minimnya kesadaran akan pentingnya pemakaian gigi tiruan," katanya dalam siaran pers, akhir pekan ini

Ia menjelaskan kegiatan ini dikemas dalam beberapa rangkaian kegiatan berupa penyuluhan, pemeriksaan gigi dan mulut serta perawatan gigi tiruan. Kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan dilakukan di Puskesmas Kecamatan Menteng. Namun, pasien yang mengalami kehilangan gigi dan membutuhkan perawatan dengan gigi tiruan dirujuk ke Klinik Spesialis Prostodonsia FKG UI Salemba untuk dibuatkan gigi tiruan.

"Seluruh pelayanan ini bersifat gratis sebagai bentuk pengabdian dokter maupun calon spesialis gigi di FKG UI," ujarnya.

Ia berharap program ini dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya pemakaian dan pemeliharaan gigi tiruan. Ia menekankan gigi tiruan yang telah lama dipakai juga memerlukan perawatan dan  perbaikan. Sebab ada kemungkinan sudah longgar atau mengalami kerusakan sehingga tidak bisa berfungsi optimal.

"Pemakaian gigi tiruan yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup khususnya bagi para kaum lansia," ucapnya.
 
Kehilangan gigi merupakan masalah gigi dan mulut terbesar yang dialami oleh penduduk Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2017, skor indeks gigi karies, gigi hilang,dan gigi ditambal di Indonesia mencapai 4,6 yang artinya kerusakan gigi penduduk Indonesia sebanyak 460 gigi per 100 orang. 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA