Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Ingin Sukses Memberikan ASI Eksklusif?

Jumat 15 Nov 2019 08:55 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Ibu menyusui bayinya.

Ibu menyusui bayinya.

Foto: Republika/Prayogi
Konsultan menyusui AIMI Sumbar membagikan tip sukses memberikan ASI eksklusif.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI -- Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sumatra Barat menyebut kunci sukses ibu dalam memberikan air susu ibu atau ASI eksklusif untuk bayinya adalah memiliki kepercayaan diri. Ada beberapa sumber yang bisa menumbuhkan kepercayaan diri ibu.

Baca Juga

"Di antaranya, pengetahuan dan dukungan dari orang-orang sekitarnya," kata konselor menyusui AIMI Sumbar Elisa Daniati.

Elisa menjelaskan, dari pendampingan bagi ibu hamil yang dilakukan AIMI Sumbar melalui salah satu programnya, yaitu "home visit", didapati kendala paling banyak ditemui adalah kurangnya pengetahuan ibu, termasuk ayah saat masa menyusui. Menyusui, menurutnya, memang tampak seperti aktivitas sederhana, namun di balik itu butuh persiapan pengetahuan dan keterampilan yang kemudian jadi sebab tumbuhnya percaya diri ibu untuk berkomitmen memberikan ASI eksklusif.

Beberapa pengetahuan yang perlu diketahui ibu seperti manfaat menyusui untuk dirinya dan si anak. Untuk ibu, masa menyusui mendukung proses penyerapan makanan, mencegah anemia, metode alami menunda kesuburan, mengurangi risiko depresi, kanker, dan manfaat lain.

Sementara itu, bagi bayi, menyusu akan membantu mengurangi risiko alergi saat masa memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Bayi juga akan tumbuh dengan otot dan tulang kuat.

Di samping itu, Elisa mengungkapkan, kandungan ASI tidak dapat ditandingi oleh susu formula. Ibu menyusui harus percaya diri bahwa ASI-nya cukup. 

"Komposisi ASI berkembang sesuai tahapan perkembangan bayi dan jumlahnya menyesuaikan kebutuhan bayi," jelasnya.

Banyak ibu yang khawatir mengenai kecukupan pasokan ASI-nya sehingga memilih menambah dengan susu formula. Untuk menghindari rasa khawatir mengenai kecukupan ASI bagi bayi, menurut Elisa, sebaiknya frekuensi menyusui tidak diatur setiap beberapa jam sekali, melainkan menyusui setiap bayi membutuhkan atau menyusui semau bayi.

Selain pengetahuan, menurut Elisa, rasa percaya diri ibu saat menyusui juga dipengaruhi oleh dukungan dari orang terdekatnya. Tidak jarang komentar dari orang terdekat, seperti mengkhawatirkan kondisi puting akan menyulitkan masa menyusui, sehingga lagi-lagi ibu akan memilih menambah dengan susu formula.

Padahal ada beberapa bentuk puting ibu. Bagaimanapun kondisinya, tetap dapat mendukung ibu memberikan ASI eksklusif.

"Jadi ketika ibu hamil, pengetahuan tidak hanya dibutuhkan oleh si ibu saja, namun juga untuk orang-orang terdekatnya agar bisa saling mendukung sehingga ibu percaya diri bisa memberikan ASI eksklusif," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA