Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Piring Makan Model-T Cocok untuk Pengidap Obesitas

Sabtu 16 Nov 2019 16:00 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Ragam menu khas Minang dari restoran Sepiring Padang.

Ragam menu khas Minang dari restoran Sepiring Padang.

Foto: Republika/Christiyaningsih
Piring makan model T bisa dibuat imajiner untuk memandu pengidap obesitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Obesitas bisa menjadi sumber berbagai macam penyakit. Penumpukan lemak berlebihan dalam tubuh tersebut telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, pembuluh darah, diabetes, serta sejumlah kanker.

Pakar gizi Rita Ramayulis mengatakan, mereka yang ingin mencapai berat badan ideal bisa menjajal metode makan dengan piring model-T. Konsep pengaturan porsi makan itu seolah membentuk huruf T imajiner sehingga makanan terbagi dalam tiga bagian.

"Awalnya konsep ini untuk pasien diabetes, tetapi setelah diterjemahkan juga cocok untuk pengidap obesitas," kata Rita saat dijumpai usai acara "Soyjoy Nutritionist Gathering 2019" di Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, tiga bagian makanan itu adalah sayuran, karbohidrat, dan protein. Bagian paling banyak di sebelah atas adalah kelompok sayuran, sementara dua bagian lain di bawahnya adalah karbohidrat dan protein.

Penurunan berat badan bisa terjadi apabila asupan energi lebih rendah daripada yang dibutuhkan. Apapun konsep diet yang diterapkan hanya menjadi strategi agar kalori yang masuk lebih sedikit dibandingkan yang keluar dari tubuh.

Piring makan model-T memodifikasi porsi makan sehingga tubuh lebih banyak mengonsumsi sayuran daripada karbohidrat dan protein. Artinya, tubuh mendapat sedikit kalori tetapi merasa kenyang karena asupan serat tinggi.

Rita menyampaikan, sayuran yang sebaiknya dikonsumsi ada dua kelompok, yakni sayuran tipe A serta pilihan jenis sayuran tipe B atau tipe C. Perempuan kelahiran Padang Panjang, Sumatra Barat itu membeberkan masing-masing spesifikasinya.

Sayuran tipe A sama sekali tidak mengandung kalori tetapi kaya serat dan mikronutrien. Beberapa contohnya adalah timun, tomat, selada, jamur kuping, labu air, lobak, dan oyong. Makan sebanyak apapun, tidak ada kalori yang masuk ke tubuh.

Sementara, sayuran tipe B mengandung 25 kilokalori, seperti buncis, bayam, labu siam, pepaya muda, dan kacang panjang. Sayuran tipe C mengandung kalori setara buah, yaitu 50 kilokalori seperti daun singkong dan nangka muda.

"Dengan piring makan model-T, porsi makan lebih terkendali. Bagian atas gabungan dari dua kelompok sayur, tipe A dan pilihan tipe B/C, serta karbohidrat dan protein," ucap ketua konsultan menu SEA Games 2012 itu.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA