Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Minyak Ikan tidak Bisa Atasi Kecemasan dan Depresi

Jumat 15 Nov 2019 07:27 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Indira Rezkisari

Suplemen minyak ikan.

Suplemen minyak ikan.

Foto: Flickr
Selama ini konsumsi minyak ikan disebut baik untuk atasi kecemasan dan depresi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peningkatan konsumsi lemak omega-3 secara luas dipromosikan secara global dipercaya karena dapat melindungi kondisi seperti kecemasan dan depresi. Namun dalam studi terbaru yang diterbitkan di British Journal of Psychiatry disebutkan bahwa suplemen omega-3 ternyata tidak memberikan manfaat seperti itu.

Omega-3 adalah jenis lemak. Sejumlah kecil omega-3 sangat penting untuk kesehatan dan dapat ditemukan dalam makanan, termasuk kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan berlemak, seperti salmon. Lemak omega-3 juga tersedia sebagai suplemen tanpa resep dan banyak dibeli dan digunakan.

Penelitian tentang lemak mogea-3 didanai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tim peneliti mengamati 31 percobaan orang dewasa dengan dan tanpa depresi atau kecemasan. Lebih dari 41.470 peserta diacak untuk mengonsumsi lebih banyak lemak omega-3 rantai panjang (minyak ikan), atau mempertahankan asupan seperti biasa, selama setidaknya enam bulan.

Mereka menemukan bahwa suplemen memiliki sedikit atau tidak ada efek dalam mencegah gejala depresi atau kecemasan. Salah satu peneliti studi ini, Dr. Lee Hooper, dari Norwich Medical School UEA, mengatakan bahwa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa suplemen omega-3 rantai panjang, termasuk minyak ikan, tidak melindungi terhadap kondisi seperti penyakit jantung, strok, diabetes atau kematian.

"Tinjauan sistematis yang besar ini mencakup informasi dari ribuan orang dalam jangka waktu yang lama. Terlepas dari semua informasi ini, kami tidak melihat efek perlindungan," kata Hooper dilansir dari Medical Express.

Studi ini secara konsisten menunjukkan sedikit atau tidak ada efek dari lemak omega-3 rantai panjang pada depresi atau kecemasan. Karena itu omega-3 tidak boleh didorong sebagai pengobatan.

Peneliti lainnya, Katherine Deane mengatakan bahwa minyak ikan bisa menjadi makanan yang sangat bergizi sebagai bagian dari diet seimbang. "Tetapi kami menemukan bahwa tidak ada nilai nyata pada orang yang menggunakan suplemen minyak omega-3 untuk pencegahan atau pengobatan depresi dan kecemasan," kata Deane.

Menurut Deane, mempertimbangkan kepedulian lingkungan terhadap penangkapan ikan industri dan dampaknya terhadap stok ikan dan polusi plastik di lautan, tampaknya tidak membantu untuk terus menelan tablet minyak ikan yang tidak memberi manfaat.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA