Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Agar Anak Tidak Takut Disuntik

Jumat 15 Nov 2019 08:35 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Friska Yolanda

Anak mendapat suntikan insulin/ilustrasi

Anak mendapat suntikan insulin/ilustrasi

Foto: epicahealth.com
Bantu anak merasa nyaman saat disuntik, orang tua jangan ikut tegang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi sebagian anak-anak pergi ke rumah sakit  kerap menjadi waktu yang mendebarkan, bahkan sangat menakutkan. Ada yang takut karena melihat stetoskop dan baju praktik dokter.

Baca Juga

Pun, ada yang takut melihat jarum suntik dan takut disuntik. Takut jarum suntik dan takut bertemu dokter bisa saja menghambat seseorang untuk mendapatkan tindakan medis atas penyakit yang dideritanya.

Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengungkapkan anak menjadi takut karena ada pengalaman sebelumnya yang tidak menyenangkan dengan jarum suntik. Mereka akan berusaha untuk nenghindarinya. 

Anak yang masih merasa takut setelah lebih dari satu bulan kejadian, menurut Vera, maka ia disebut mengalami trauma jarum suntik. Anak bisa disebut memiliki fobia jarum suntik jika reaksi takut berlebihan muncul melihat jarum suntik atau hal-hal yang berkaitan dengan jarum suntik. 

Vera kemudian mengungkapkan, anak yang tidak dibantu mengatasi ketakutannya mungkin saja akan menjadi fobia. Misalnya selalu dihindarkan dari hal yang ia takuti atau malah selalu ditakut-takuti.

"Contoh ditakut-takutinya adalah kalau tidak mau makan nanti disuntik," ujar Vera pada Republika.co.id melalui surat elektronik, belum lama ini. 

Sebelum pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan dokter dan disuntik, Vera menyarankan anak harus dijelaskan alasan disuntik. Selanjutnya, orang tua bisa menyediakan atau melakukan apapun yang bisa membantu mengurangi rasa takut dan melewati masa saat disuntik. 

Contohnya, saat anak disuntik, ibu bisa memeluknya. "Sampaikan pada anak, orang tua ada dan siap mendampinginya melewati rasa sakit. Boleh juga diberikan hadiah sebagai apresiasi dirinya yang sudah berani disuntik," katanya. 

Selain itu, Vera menuturkan beberapa kiat agar anak tidak takut disuntik. Pertama, bantu anak untuk merasa tenang dan nyaman. Misalnya, orang tua tidak ikut merasa tegang. 

Kedua, sampaikan pada anak bahwa disuntik memang terasa sedikit sakit. Katakan juga alasan mengapa ia harus disuntik. 

Ketiga, hindari menakut-nakuti anak akan rasa sakit disuntik. Orang tua bisa memberikan apresiasi betapa berani dan hebatnya anak karena sudah disuntik. 

Juga, biarkan anak menangis karena rasa sakit disuntik. Tidak usah dimarahi atau diperolok karena menangis. 

Untuk anak sudah terlanjur trauma ataupun fobia jarum suntik, hal ini bisa disembuhkan. Vera mengungkapkan ada jenis psikoterapi yang bisa coba dilakukan pada anak. Tentunya dengan pengawasan ahlinya. 

"Psikoterapi yang bisa dicoba, misalnya terapi bermain atau hipnoterapi," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA