Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Berwisata Edukasi Nuklir di Batan Bandung

Selasa 05 Nov 2019 17:27 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Gita Amanda

Puluhan siswa SMA Darul Muttaqin, Kabupaten Bekasi berkunjung ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Bandung, Selasa (5/11). Kini Batan membuka diri sebagai destinasi wisata nuklir di Kota Bandung.

Puluhan siswa SMA Darul Muttaqin, Kabupaten Bekasi berkunjung ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Bandung, Selasa (5/11). Kini Batan membuka diri sebagai destinasi wisata nuklir di Kota Bandung.

Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Dikalangan siswa masih terbatas pengetahuannya tentang tenaga nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Senyum mengembang dari wajah Raihan (14 tahun), siswa sma darul muttaqin , Kabupaten Bekasi. Ia memperhatikan betul informasi nuklir yang diceritakan salah seorang pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional ( batan ) Bandung. Tangan kirinya memegang telepon genggam. Segala ucapan yang disampaikan, ia rekam sejak awal.

Maharadi Raihan bersama puluhan teman angkatan lainnya tengah berkunjung ke Batan Bandung, lembaga yang mengurusi nuklir. Para siswa yang berlatar belakang jurusan IPA diajak guru mereka untuk mengenal tentang tenaga nuklir.

Para siswa yang dibagi tiga kelompok ini mendatangi destinasi wisata nuklir di beberapa tempat. Salah satunya ruang pameran nuklir yang peresmiannya dibuka oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial beberapa waktu lalu.

Destinasi lain yang didatangi yaitu Gedung A, tempat reaktor nuklir Triga 2000 disimpan dan beberapa tempat laboratorium. Usia para siswa masih dibawah 18 tahun sehingga dilarang masuk ke lokasi reaktor. Mereka lebih banyak mendatangi laboratorium-laboratorium.

Salah satu destinasi lain yang didatangi yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada dibelakang area kantor Batan. Pada tiap destinasi, seluruh siswa mendapatkan informasi penjelasan dari petugas Batan.

"Saya baru pertama kali ke sini (Batan). Alhamdulillah banyak menambah wawasan dan jadi banyak tahu tentang nuklir," ujar Raihan disela-sela mengunjungi destinasi laboratorium radio isotop dan senyawa bertanda, Selasa (5/11).

Ia yang bercita-cita masuk kuliah di dua jurusan dakwah dan fisika serta biologi ingin memperdalam ilmu di bidang tenaga nuklir. Selama ini, dikalangan siswa masih terbatas pengetahuannya tentang tenaga nuklir.

Pelajar lainnya, Aini Khusnah (16) mengaku datang ke Batan bagian dari agenda mata pelajaran di sekolah. Menurutnya, banyak ilmu yang diperolehnya selama berkunjung ke Batan. Sebab penjelasan yang disampaikan oleh petugas sangat jelas.

Fasilitas yang berada di Batan Bandung bisa diakses oleh masyarakat umum pada Senin dan Selasa. Namun terlebih dahulu harus mengajukan permohonan kunjungan. Beberapa fasilitas yang ada yaitu reaktor triga 2000 yang digunakan untuk riset.

Kemudian fasilitas analisis neutron untuk mengukur kualitas udara serta fasilitas
radio isotop dan senyawa bertanda salah satunya memproduksi radio isotop. Dengan fungsi untuk terapi kesehatan, mendeteksi kanker. Disepanjang lorong gedung A terdapat papan-papan plastik yang berisi informasi tentang nuklir.

Humas Batan Bandung, Arie Widowati mengatakan pada ruangan pameran berisi profil tentang Batan Bandung berbentuk infografis dan video berdurasi 30 menit. Katanya, masyarakat bisa mengetahui lebih banyak tentang Batan melalui informasi yang disajikan tersebut.

"Ada profil manajemen dan bidang serta kegiatan yang dilakukan dan produk yang dihasilkan dan sudah dikerjasamakan dengan instansi lainnya," ujarnya saat ditemui.

Baca Juga

photo
Puluhan siswa SMA Darul Muttaqin, Kabupaten Bekasi berkunjung ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Bandung, Selasa (5/11). Kini Batan membuka diri sebagai destinasi wisata nuklir di Kota Bandung.

Tidak hanya itu, ia mengungkapkan batang kendali reaktor diproduksi oleh Batan. Inisiatif itu dilakukan ketika memproduksi ditempat lain sudah tidak beroperasi. Keberadaan instalansi pengolahan air limbah pun berfungsi mengolah seluruh limbah yang ada di Batan hingga memiliki kadar yang aman saat akan dibuang.

Selama bertugas di Batan, Arie mengaku menjalankan aktivitas seperti biasa layaknya orang bekerja. Sebab Batan menggunakan standar dan prosedur yang ketat dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya.

"Selama menjalankan tugas sesuai prosedur, insyallah aman-aman saja dan pegawai Batan setahun sekali diperiksa kesehatan dan pekerja radiasi tiga bulan sekali," katanya. Dirinya menambahkan, reaktor digunakan jika terdapat permintaan untuk meradiasi. Hal itu dilakukan untuk menghemat bahan bakar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA