Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Sakit Akibat Vape, Remaja AS Dikeluarkan dari Sekolah

Selasa 05 Nov 2019 14:35 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Reiny Dwinanda

Vape dengan perasa sudah mulai dilarang penjualannya di sebagian negara bagian Amerika. Juga dilarang di Jepang dan India.

Vape dengan perasa sudah mulai dilarang penjualannya di sebagian negara bagian Amerika. Juga dilarang di Jepang dan India.

Foto: AP
Remaja asal AS dikeluarkan karena diduga vapenya mengandung zat psikoaktif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang remaja asal Indiana, Amerika Serikat mengaku dikeluarkan dari sekolah usai dilaporkan ke klinik sekolah saat mengeluhkan sakit akibat menggunakan vape . Remaja atas nama Kegan Houck itu bersekolah di SMA Owen Valley.

Baca Juga

Houck merasa mual setelah menggunakan alat vape milik temannya di toilet sekolah pada 30 September. Setelah muntah, ia pergi ke klinik sekolah.

Pihak perawat membawa Houck ke rumah sakit karena dianggap perlu penanganan lebih intensif. Tercatat, kadar oksigen Houck saat itu hanya 70 persen dari angka normalnya 90 persen.

Houck akhirnya didiagnosis menderita gangguan paru, yaitu pneumonitis . Penyakitnya diduga muncul usai menggunakan vape.

Houck mengklaim vapenya hanya mengandung nikotin. Tapi pihak sekolah membantahnya. Pihak sekolah menduga vape Houck mengandung zat psikoaktif, THC yang serupa dengan zat pada ganja.

Ibu Houck, Shannon Houck, mengakui kesalahan anaknya. Akan tetapi, putusan sekolah yang mengeluarkan anaknya dirasakan tak tepat karena malah menimbulkan preseden buruk.

"Saya tahu dia salah, tapi masa kita harus mengajarkan mereka jangan ke klinik sekolah atau petugas sekolah jika mengalami sakit sebab hal itu malah membawa masalah," katanya dilansir dari Fox News, Selasa (5/11).

Shannon mencoba mengembalikan anaknya ke sekolah. Usaha mendekati pihak sekolah sudah dilakukan, tapi usaha itu belum berhasil.

"Ini benar-benar mimpi buruk," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak sekolah belum memberi tanggapan apapun atas kasus ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA