Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Bolehkah Makan Sebelum Tidur?

Selasa 29 Oct 2019 14:50 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Makan (Ilustrasi)

Makan (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Makan sebelum tidur selama ini diketahui menjadi penyebab kenaikan berat badan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini makan sebelum tidur di malam hari sering dikaitkan dengan masalah berat badan. Karena itu, banyak orang yang menghindari makan, terlebih dalam jumlah besar di malam hari agar angka pada timbangan mereka tidak melonjak jauh ke arah kanan atau bertambah drastis.

Salah satu hal yang menyebabkan penambahan berat badan dengan makan sebelum tidur adalah karena menganggu pencernaan. Namun, aktivitas sehari-hari kadang membuat jam makan yang sebenarnya dapat dilakukan lebih awal terhalang.

Dilansir Means Health, Selasa (29/10), sebenarnya makan sebelum tidur tidak akan mengganggu pencernaan. Namun, hal ini bisa membuat Anda merasa mual.

Menurut Davis Popper, seorang dokter Gastroenterologi yang juga merupakan profesor di NYU Langone Medical Center, seseorang memang tidak boleh menghindari makan karena jika lapar, perut yang berbunyi-bunyi dapat membuat Anda tetap terjaga. Umumnya, para ahli menyarankan untuk menunggu dua jam untuk tidur setelah makan.

Para ahli sepakat makan lebih awal di malam hari lebih baik dalam mendukung ritme sirkadian kita. Tetapi ada pertanyaan besar tentang apakah makan malam menyebabkan kenaikan berat badan.

Sebenarnya makan sebelum tidur memberi Anda lebih banyak bahan bakar dan menguranagi lamanya waktu tubuh menggunakan lemak untuk bahan bakar itu sendiri. Meski demikian, beberapa penelitian menghubungkan makan larut malam mempengaruhi kesehatan.

Di antara masalah kesehatan terkait adalah sindrom metabolik, sekelompok faktor risiko termasuk tekanan darah tinggi dan lemak perut, yang meningkatkan peluang Anda terkena penyakit jantung atau diabetes tipe 2. Studi yang dilakukan pada orang yang bekerja malam hari menunjukkan bahwa mereka lebih cenderung mengalami peradangan, stres oksidatif, dan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Sementara itu, Popper mengatakan bahwa siang hari menjadi waktu di mana Anda lebih bebas mengkonsumsi makanan, yaitu jenis apapun cenderung tak akan menimbulkan masalah. Sebaliknya, sebelum tidur sebaiknya makanan Anda terdiri dari campuran karbohidrat dan protein kompleks.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA