Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Sering Menangis di Pesawat? Ini Penjelasannya

Senin 28 Okt 2019 09:04 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Indira Rezkisari

Kabin pesawat.

Kabin pesawat.

Foto: flickr
Secara psikologis, terbang di ketinggian membuat penumpang lebih mudah menangis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernahkan Anda naik pesawat terbang dan secara tiba-tiba menangis tanpa mengetahui alasannya secara jelas? Atau bisa juga, Anda mendapati penumpang yang duduk di dekat Anda demikian?

Dilansir dari Reader's Digest, apakah sebenarnya yang memicu tangisan bisa terjadi saat berada di pesawat? Salah satu alasannya adalah hal ini terkait dengan ketinggian.

Saat berada dalam pesawat, Anda berada sangat jauh dan bukan di tempat di mana manusia seharusnya tinggal, atau bahkan bernapas dengan normal. Karena itu, kabin pesawat diberikan tekanan untuk membuat penumpang nyaman.

“Ini seperti mendaki gunung yang cukup tinggi,” ujar Kate Sullivan, creative director di Secret Fares, yang juga merupakan lulusan magister psikologi.

Pemicu air mata keluar saat berada di pesawat adalah karena jumlah oksigen yang lebih rendah dalam aliran darah Anda. Sama seperti oksigen yang menipis saat pendaki gunung naik, kadar oksigen di kabin bertekanan lebih rendah daripada saat kita berada dalam keadaan biasa di permukaan bumi. Hal itu kemudian bisa menyentuh emosi dan perasaan manusia secara keseluruhan.

"Dengan ketersediaan oksigen yang lebih sedikit, tubuh Anda masuk ke mode konservasi. Pertama, kita harus menangani fungsi-fungsi penting seperti peredaran darah dan pernapasan, serta mengurangi fugsi yang tidak terlalu penting, termasuk mengatur emosi,” ujar Sullivan.

Selain itu, penyebab potensial dari emosi yang meningkat saat di pesawat adalah dehidrasi. Sullivan mengatakan udara yang ada di kabin cenderung sangat kering dan pada akhirnya memicu dehidrasi, yang bisa memiliki berbagai macam efek pada tubuh Anda yang berada di ketinggian hingga 30 ribu kaki, sehingga sering juga membuat rentang terhadap emosi negatif seperti kecemasan dan kesedihan.

“Dari sudut pandang psikologis, terbang di ketinggian telah dapat membuat Anda lebih mudah menangis. Bahkan, bagi Anda yang tidak takut menaiki pesawat terbang sekalipun, ini menjadi situasi yang menegangkan,” jelas Sullivan.

Lebih lanjut, Sullivan mengatakan saat bepergian dengan pesawat terbang, tak sedikit yang mengatakan kepada Anda ucapan selamat tinggal. Inilah yang menurutnya membawa perasaan lebih emosional.

Kemudian, Anda kerap khawatir dengan potensi terjadinya turbulensi dalam pesawat, hingga kemungkinan bagasi yang dibawa tak akan sampai bersama di tempat tujuan atau hilang. Selain itu, jika ada tangisan bayi di pesawat, hal ini bisa membuat saraf Anda semakin tegang.

Ada beberpa cara untuk mencegah Anda menangis sebelum terbang. Pertama, minumlah banyak air sebelum dan selama penerbangan agar tetap terhidrasi.

Sullivan juga merekomendasukan penggunaan masker wajah yang melembabkan agar hidrasi dapat maksimal. Selain itu, lakukanlah aktivitas yang membuat Anda sibuk, seperti menjawab teka teki silang, serta jika tersedia tontonan, pilihlah yang ringan dan membuat Anda merasa tak perlu berpikir rumit.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA