Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Ini Jenis Sakit Kepala yang Perlu Diketahui

Senin 28 Oct 2019 06:11 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Sakit kepala (Ilustrasi)

Sakit kepala (Ilustrasi)

Foto: Flickr
Jenis sakit kepala membutuhkan penanganan yang berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sakit kepala bisa terjadi di beberapa titik yang berbeda. Setiap orang biasanya mengalami kecenderungan mengalami area sakit yang beragam tersebut, seperti hanya berdenyut di satu sisi kepala, atau bahkan sepertiga bagian kepala.

Semua jenis sakit itu tetap disebut sebagai sakit kepala atau headaches. Padahal, lokasi atau titik di mana Anda mengalami sakit  tersebut sebenarnya menandakan jenis-jenis tertentu dari masalah ini, serta memberikan petunjuk untuk menentukan bagaimana penanganan yang tepat. 

Dilansir Health.US News, Senin (28/10), terdapat lebih dari 150 jenis sakit kepala. Namun, kebanyakan dari seluruhnya dinilai terjadi cukup langka.

“Jenis sakit kepala yang paling umum adalah sakit kepala karena tegang dan migrain,” ujar Seogeun Hong, dokter ahli penyakit dalam di St. Joseph Hospital, California, Amerika Serikat (AS).

Kemudian ada Kevin Weber, ahli saraf di Neurological Institute The Ohio State University Wexner Medical Center yang mengatakan bahwa sakit kepala tertentu juga cenderung terjadi di bagian tertentu dari kepala. Ia menjelaskan beberapa sindrom yang langka bersifat unilateral atau hanya terjadi di satu sisi.

“Kadang-kadang kita juga dapat menggunakan lokasi nyeri kepala untuk mengidentifikasi saraf yang teriritasi yang berkontribusi terhadap sakit kepala,” jelas Weber.

Baca Juga

Semua jenis sakit kepala memang membutuhkan penanganan yang berbeda. Tentunya, setiap orang juga harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk datang ke dokter jika mengalami sakit kepala yang sering menganggu pekerjaan atau aktvitas sehari-hari, atau merasakan gejala sakit kepala yang tidak biasa, bahkan semakin hari terasa semakin parah.

“Ada banyak tanda sakit kepala yang ternyata menunjukkan masalah kesehatan yang lebih serius. Tentu saja, jika merasa defisit neurologis dengan sakit kepala Anda, seperti kelemahan, kesulitan berbicara atau kejang, Anda perlu melakukan perawatan medis segera” jelas Weber.

Berikut beberapa jenis sakit kepala yang cukup jarang terjadi, namun perlu diketahui.


Sakit kepala cluster
Ini adalah jenis sakit kepala yang tidak umum terjadi. Biasanya, penderita merasakan sakit di sekitar mata dan mungkin mengalami mata kemerahan, hingga hidung tersumbat.

Sakit kepala cluster kadang bisa sangat menyakitkan. Beberapa pasien menggambarkan rasa sakit itu seperti ada seseorang yang memukul mereka dengan es batu dan ini datang secara tiba-tiba.

Orang-orang yang mengalami sakit kepala cluster bisa mengalami sakit hingga beberapa hari dan bahkan beberapa pekan. Dalam sebuah laporan, jenis sakit kepala ini disebut memiliki keterkaitan dengan kelainan pada jam biologis tubuh.


Neuralgia Occipital
Neuralgia Occipital adalah jenis sakit kepala yang membuat penderita mengalami nyeri di bagian pangkal tengkorak. Biasanya ini terjadi ketika saraf dari punggung atas dan leher ke kulit kepala menjadi meradang atau teriritasi.

Sakit kepala ini juga dapat menyebabkan rasa sakit di pangkal tengkorak di tengkuk atau disebut area oksipital. Menurut Molly Rossknecht, ahli saraf di Orange County Migraine & Headache Center di Irvine, California, penderita dapat mengalami rasa sakit menjalar ke arah mata, hingga pipi dan dahi.

“Rasa sakitnya bisa seperti tajam, tersengat, bahkan terbakar, dan cenderung datang dalam beberapa menit. Meski sering disalahartikan sebagai migrain, tapi jenis sakit kepala ini sangat berbeda,” ujar Rossknecht.

Menurut Rossknecht, beberapa hal yang bisa membantu meringankan Neuralgia Occipital adalah pemijatan, relaksan otot, dan antiinflamasi.


Sakit Kepala Servikogenik
Sakit kepala servikogenik dipicu oleh masalah di leher dan tulang belakang leher. Beberapa pemicu tersebut menurut Rossknecht, di antaranya stenosis tulang belakang atausuatu kondisi yang menyebabkan kompresi saluran tulang belakang.

Penyebab lainnya, yakni disk hernia atau juga disebut disk yang bengkak, pecah, serta terjadi ketika beberapa bantalan antara tulang belakang keluar dari arah. Gegar otak, yaitu suatu bentuk cedera otak traumatis yang terjadi setelah benturan ke kepala.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA