Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Mimpi Dapat Ungkap Kepribadian

Kamis 24 Oct 2019 05:01 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Indira Rezkisari

Tidur

Tidur

Foto: pixabay
Mimpi beri kesempatan melatih hadapi hal yang sebabkan stres di kehidupan nyata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semua orang suka membicarakan mimpi-mimpi yang pernah dialami. Padahal, mimpi mencerminkan kepribadian Anda.

Dilansir dari News.com.au, Kamis (24/10), sebuah penelitian mencoba membuktikan hubungan antara mimpi dan kepribadian seseorang. Dalam sebuah survei, para peneliti meminta 1.000 orang melakukan tes kepribadian sebelum mengungkapkan mimpi tertentu yang pernah mereka alami.

Penelitian Best Mattress Brand mengungkapkan bahwa para introvert lebih cenderung bermimpi tidak dapat memengaruhi dunia di sekitarnya. Sementara ekstrovert memimpikan pengejaran yang lebih aktif, seperti bepergian. Orang introvert juga bermimpi giginya rontok 14,2 persen lebih sering, daripada ekstrovert. Sementara orang ekstrovert juga lebih sering mengingat mimpi daripada orang introvert.

Mereka yang cenderung pada tipe kepribadian intuitif, cenderung bermimpi tentang ancaman, seperti, diserang, atau bahkan dibunuh. Kemudian, tipe berpikir lebih cenderung bermimpi membunuh seseorang. Penelitian lain dari Institut Kesehatan Mental Pusat Jerman menemukan individu yang memiliki mimpi tentang membunuh seseorang cenderung lebih tertutup, tetapi juga lebih agresif dalam kehidupan nyata.

Penulis 'Why We Dream: The Transformative Power of Our Nightly Journey', Alice Robb beranggapan seseorang bermimpi tentang hal-hal yang menekan pada siang harinya. “Ada teori dari psikologi evolusi yang cukup populer, dan berpendapat bahwa mimpi memiliki fungsi bertahan hidup,” kata Robb.

Dia meyakini mimpi memberi seseorang kesempatan untuk berlatih untuk hal-hal yang membuat stres dalam kehidupan nyata. Hal itu menjelaskan ihwal kenapa sebagian besar mimpi bernada negatif.

“Mimpi cenderung lebih banyak tentang kecemasan daripada tentang kesenangan dan melibatkan banyak perasaan dan ketakutan yang intens,” ujar Robb.

Sebuah studi di Amerika pada 2014 menemukan bahwa orang-orang yang menyandang gelar akademis lebih tinggi cenderung bermimpi tentang pekerjaan, kolega, dan tenggat waktu yang hilang. Peneliti mimpi, dr. Angel Morgan mengatakan orang-orang tersebut kemungkinan besar bermimpi tentang hal yang paling membuatnya khawatir.

“Ketika Anda melihat tingkat pendidikan, apa yang paling mengkhawatirkan kita akan tercermin dan dipengaruhi dalam mimpi kita, itu masuk akal,” kata Morgan.

Pada tahun yang sama, sebuah penelitian dari Universitas Lincoln di Inggris menunjukkan bahwa pemimpi jernih cenderung memiliki keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik dalam kenyataan. “Ini menunjukkan bahwa wawasan yang dialami selama kondisi mimpi dapat berhubungan dengan kognisi mendasar yang sama yang dibutuhkan untuk wawasan dalam kondisi terjaga,” ujar dia.

Sementara itu, orang-orang kreatif menempatkan mimpi dalam lingkungan yang tidak biasa dan beragam, dibandingkan dengan mimpi rumah yang lebih sering terjadi pada orang-orang yang kurang kreatif. Mereka juga dikatakan memimpikan pengejaran kreatif, kehilangan, anak-anak, dan berusaha mengatasi hambatan di alam, seperti kayu gelondongan atau batu yang tidak bisa mereka lewati.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA