Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

BMKG: Kabar Panas Ekstrem di DIY Hoaks

Rabu 23 Okt 2019 18:27 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andri Saubani

Selokan Mataram Kering. Kondisi Selokan Mataram yang kering di Yogyakarta, Jumat (11/10/2019).

Selokan Mataram Kering. Kondisi Selokan Mataram yang kering di Yogyakarta, Jumat (11/10/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Beredar pesan di media sosial suhu di DIY mencapai 40 derajat Celcius.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pesan berantai soal adanya panas ekstrem di sekitaran Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meresahkan masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan kabar itu merupakan hoaks.

Pesan itu sendiri sebagian besar berisi peringatan kalau tiga hari ke depan akan ada cuaca panas yang ekstrem. Mulai beredar melalui media sosial beberapa hari terakhir.

Bahkan, menyebutkan daerah-daerah lengkap dengan prakiraan suhu yang akan terjadi. Untuk daerah-daerah di DI Yogyakarta, pesan itu menulis akan terjadi panas sampai 40 derajat Celcius.

Tidak tanggung-tanggung menggunakan nama lembaga-lembaga Tanah Air, pesan itu mengatasnamakan mitigasi klimatologi NASA. Lalu, ditutup prakiraan penyakit-penyakit yang terpicu akibat cuaca ekstrim.

Namun, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Reni Kraningtyas, memastikan kabar yang beredar itu merupakan berita bohong. Terlebih, pesan itu tidak mencantumkan secara jelas sumber berita.

"Berita tersebut hoaks karena tidak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah," kata Reni, Rabu (23/10).

Ia menerangkan, pengamatan Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, suhu udara maksimum pada 22 dan 23 Oktober 2019 32 derajat celcius. Suhu maksimum lima hari terakhir berkisar 31-36 derajat celcius.

Kemudian, suhu 36 derajat celcius terjadi pada 21 Oktober 2019. Tapi pada 22 dan 23 Oktober 2019 tren suhu menunjukkan penurunan. Untuk itu, imbauan BMKG memang masih seputar masuknya masa pancaroba.

"Waspadai kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi seperti angin kencang atau puting beliung, serta hujan intensitas sedang-lebat yang bersifat lokal," ujar Reni.

Kemudian, masyarakat diminta mewaspadai kondisi cuaca berfluktuasi yang memberi pengaruh terhadap kesehatan. Reni turut mengimbau masyarakat memastikan kebenaran kabar-kabar yang beredar.

Serta, mengklarifikasi kabar-kabar terhadap instansi terkait seperti BMKG. Lalu, tidak mudah menyebarkan berita-berita yang diterima sebelum memastikan berita itu memang benar atau valid.

Bahkan, BMKG DIY sendiri sudah membuka layanan informasi cuaca 24 jam bagi masyarakat yang ingin memperbarui informasinya. Baik melalui call center di 0274-2880151/52 maupun Whatsapp di 082242009760.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA