Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Kurangi Pemakaian Gawai, Seribu Anak Ayam Dibagikan ke Siswa

Rabu 23 Okt 2019 14:39 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih

Peternak menunjukkan anak ayam di dalam mesin penetas telur unggas di desa Undaan Tengah, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2019).

Peternak menunjukkan anak ayam di dalam mesin penetas telur unggas di desa Undaan Tengah, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2019).

Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Siswa perempuan didorong untuk menanam cabai di polibag.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Sebanyak seribu anak ayam kampung (DOC) direncanakan dibagikan kepada 1.000 anak SD dan SMP di 30 kecamatan di Kota Bandung pada November mendatang. Langkah tersebut sebagai upaya edukasi kepada siswa tentang urban farming dan juga mengalihkan perhatian anak dari penggunaan gawai yang berlebihan.

"Pembagian ayam (DOC) ke anak sekolah itu murni inisiatif pak wali, kami sedang menyiapkan secara teknis dan sangat mendukung dengan apa yang dilakukan," ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, Rabu (23/10).

Menurutnya, kebijakan membagikan anak ayam ke siswa untuk dipelihara merupakan bagian dari edukasi dan kekhawatiran anak sekolah yang menggunakan gawai berlebihan.

"Awalnya berangkat dari kekhawatiran pak Wali anak sekolah sakit karena keranjingan gadget sehingga menginisasi ada aktivitas lain positif dan terkait dengan sekolah," katanya.

Ia mengatakan salah satunya membagikan anak ayam ke anak laki-laki ditingkat SD dan SMP. Kemudian siswa perempuan didorong untuk menanam cabai di polibag. Dirinya mengaku belum ada kajian khusus terkait hubungan penggunaan gawai dengan memelihara anak ayam.

Namun, diharapkan dengan memelihara anak ayam bisa membuat anak lebih fokus dan bisa melaksanakan kegiatan yang lain. Menurutnya, tiap kecamatan akan diberikan 30 ekor ayam untuk 30 siswa.

"Satu kecamatan 30 ekor anak ayam dikali 30 kecamatan ada 900 anak ayam, ya 1.000 kita siapkan tahap awal November," katanya. Saat ini pihaknya pun berusaha agar bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Gin Gin mengatakan jika terealisasi maka pihaknya juga akan melakukan pengawasan terkait kesehatan hewan tersebut dan kandang lebih steril.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA