Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

FDA: Kantong Tembakau Lebih Rendah Risikonya daripada Rokok

Rabu 23 Oct 2019 14:31 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

  Foto yang dipasok oleh Swedish Match ini menunjukkan kantong tembakau tanpa asap General Snus. FDA telah mengesahkan kantong tembakau sebagai produk yang risikonya lebih rendah daripada rokok, keputusan pertama yang memungkinkan perokok di AS mendapatkan opsi yang lebih tidak berbahaya.

Foto yang dipasok oleh Swedish Match ini menunjukkan kantong tembakau tanpa asap General Snus. FDA telah mengesahkan kantong tembakau sebagai produk yang risikonya lebih rendah daripada rokok, keputusan pertama yang memungkinkan perokok di AS mendapatkan opsi yang lebih tidak berbahaya.

Foto: AP
FDA menyebut, kantong tembakau lebih rendah risikonya untuk menimbulkan penyakit.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Regulator kesehatan Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengeluarkan pernyataan bahwa jenis tembakau tanpa asap memiliki resiko kesehatan lebih rendah dibandingkan rokok biasa. Penilaian ini membuat para perokok aktif bisa memiliki pilihan lain yang lebih baik untuk mereka.

Pengumuman tersebut dikeluarkan pada Selasa (22/10), setelah adanya penilaian dan keputusan oleh Food and Drug Administration ( fda ) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS. Dalam sebuah pernyataan, tembakau Match Swedia menjadi produk pertama yang diyakini oleh regulator kesehatan itu memiliki risiko lebih rendah.

FDA juga menekankan bahwa keputusan tersebut bukan berarti tembakau kemasan sepenuhnya aman, namun hanya memiliki risiko lebih rendah. Pihaknya mengatakan bahwa semua produk tembakau pada dasarnya tetap berbahaya.

Selain itu, peringatan wajib dari pemerintah yang mengatakan bahwa kanker mulut, penyakit gusi, dan kerusakan gigi dapat terjadi dengan konsumsi tembakau tetap akan ada di setiap kemasan produk. Namun, perusahaan tembakau diizinkan untuk mengiklankan bahwa produk ini lebih rendah risiko untuk menimbulkan kanker paru, bronkitis, penyakit jantung, dan penyakit lainnya yang ada dalam rokok biasa.

Kantung tembakau cacah atau dalam bahasa Swedia disebut snus dan dilafalkan sebagai "snoose" telah populer di negara-negara Skandinavia selama beberapa dekade. Namun, di AS produk ini hanya merupakan bagian kecil dari pasar tembakau secara keseluruhan.

Tembakau kantung dari Swedia ini pada dasarnya mirip kantong teh dan tidak seperti tembakau kunyah. Untuk memakainya, orang menyelipkan kantong itu di antara pipi dan gusinya untuk menyerap nikotin. Cairan dari snus, biasanya ditelan dan bukan dimuntahkan. Snus juga telah melewati proses pasteurisasi kukus.

Dalam sebuah pernyataan, Komisaris FDA Ned Sharpless mengatakan, keputusan yang mengatakan tembakau kantung lebih rendah dibanding rokok mengacu pada data tingkat populasi jangka panjang, yang menunjukkan tingkat kanker paru-paru lebih rendah, emfisema, dan penyakit terkait merokok lainnya dengan penggunaan snus. Ia juga menekankan bahwa badan tersebut tetap akan memonitor dengan cermat upaya pemasaran Swedish Match untuk memastikan bahwa pihak perusahaan menargetkan orang dewasa.

"Siapa pun yang saat ini tidak menggunakan produk tembakau, terutama kaum muda, harus menahan diri untuk tidak melakukannya," ujar Sharpless.

Swedish Match yang berbasis di Ibu Kota Stockholm, Swedia menjual snus dengan beberapa merek dagang, yaitu General dan memiliki jenis-jenis rasa diantaranya in mint dan wintergreen. Perusahaan ini bersaing dengan perusahaan tembakau lainnya, seperti Altria dan RJ Reynolds.

Meski demikian, menurut perusahaan riset pasar Euromonitor tembakau kantung hanya berada dalam lima persen dari pasar AS untuk produk tembakau tanpa asap lainnya dengan nilai 9,1 miliar dolar AS. Para ahli kesehatan masyarakat kemudian mempertanyakan apakah perokok di Negeri Paman Sam bersedia untuk beralih ke produk khusus.

"Produk Snus memiliki sedikit tantangan diantara perokok yang terbiasa menghirup nikotin mereka secara langsung,” ujar Vaughan Rees, Direktur Pusat Pengendalian Tembakau Global di Universitas Harvard.

Tingkat merokok di AS telah turun ke titik terendah, yaitu hanya 14 persen orang dewasa atau sekitar 34 juta orang di negara itu. Namun, rokok tetap menjadi penyebab utama penyakit dan kematian yang bertanggung jawab atas 480 ribu kematian setiap tahunnya.

Keputusan FDA telah dipantau oleh  para ahli kesehatan masyarakat dan perusahaan tembakau. Pakar kesehatan masyarakat di AS juga telah lama berharap bahwa alternatif, seperti kantong tembakau , bisa bermanfaat bagi orang Amerika yang tidak mampu atau tidak mau berhenti merokok.

Saat ini, FDA masih meneliti beberapa produk lain yang berusaha mendapatkan status lebih rendah resiko daripada rokok. Termasuk alternatif rokok yang dibuat oleh Philip Morris International. Sementara, rokok elektronik belum ditinjau dan mendapatkan pembuktian ilmiah bahwa tidak lebih berbahaya dibandingkan rokok konvensional.

Baca Juga

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA