Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Alasan Tidak Boleh Mengunyah Permen Karet di Pesawat

Rabu 23 Oct 2019 04:17 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Nora Azizah

Menguyah permen karet

Menguyah permen karet

Foto: Boldsky
Mengunyah permen karet sering dilakukan untuk mengurangi sakit telinga di pesawat.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Ada sejumlah aturan tidak tertulis yang sebenarnya disertakan ketika naik pesawat terbang. Salah satunya adalah tidak boleh mengunyah permen karet ketika menaiki pesawat terbang.

Seorang dokter mengungkapkan alasan mengapa mengunyah permen karet tidak dianjurkan dalam penerbangan. Saat ini, masih banyak penumpang hal itu bisa membantu menghentikan gangguan pendengaran di ketinggian.

Dilansir di Prima.co.uk, Rabu (23/10), dokter tersebut menjelaskan mengunyah permen karet dapat meningkatkan jumlah gas di perut. Hal itu tentu saja mengakibatkan perut kembung dan membuat perasaan tidak nyaman selama di pesawat.

"Lupakan tentang mengunyah permen karet untuk menghentikan telinga yang sakit. Mengunyah membuat kita menelan lebih banyak udara, seperti air bersoda. Menggoyangkan rahang bawah dan menguap membuat telingamu lebih aman," kata dokter tersebut.

Sementara itu, awak kabin Emirates mengungkapkan kepada Cosmopolitan cara terbaik untuk menghindari perasaan wajah bengkak setelah penerbangan. "Ganti posisi kursi Anda untuk menghindari genangan cairan di bawah mata Anda. Anda juga bisa menyingkirkan kantung mata dan bengkak di bawah mata dengan memegang serbet basah atau es batu di bawah mata," kata dia.

Selain itu, untuk menghindari pergelangan kaki yang bengkak pascapenerbangan, ia menyarankan agar seseorang berjalan di sekitar kabin. "Berjalanlah melalui kabin selama penerbangan, untuk melemaskan otot dan membantu Anda menghindari pergelangan kaki yang bengkak," kata dia lagi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA