Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Makanan Ini Baik untuk Usus dan Pencernaan

Rabu 23 Okt 2019 02:29 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Wanita sehat pencernaan (Ilustrasi)

Wanita sehat pencernaan (Ilustrasi)

Foto: Womanitely
Usus disebut sebagai 'otak ke dua' bagi manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudahkah Anda mengkonsumsi probiotik? Selama ini probiotik merupakan bakteri baik yang membuat usus dan pencernaan menjadi lebih sehat.

Dilansir Womansworld, Rabu (23/10), banyak ilmuwan yang ternyata mengatakan bahwa usus sebenarnya adalah otak kedua bagi manusia. Kesehatan pencernaan diyakini terkait dengan sistem kekebalan, saraf, dan kardiovaskular.

Sementara probiotik banyak terkandung pada makanan dan minuman tertentu, prebiotik adalah makanan yang sebagian besar kandungannya adalah serat, namun tidak dicerna oleh tubuh atau serat tidak larut. Serat inilah yang menjadi makanan untuk bakteri baik di dalam usus dan meningkatkan jumlah mikroorganisme sehat itu dalam organ tubuh manusia tersebut.

"Prebiotik adalah makanan bagi bakteri yang hidup secara alami dalam sistem pencernaan kita," jelas Willow Jarosh, seorang ahli gizi di Health-Ade Kombucha.

Menurut Jarosh, ketika microbiome seimbang dengan serat prebiotik dan bakteri prebiotik, maka pencernaan akan semakin sehat, serta lebih teratur. Hal ini sering membuat tubuh merasa kenyang dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dalam banyak hal.

Karena itu, tidak ada salahnya untuk secara rutin mengkonsumsi makanan-makanan yang termasuk dalam jenis prebiotik.


Bawang putih
Bawang putih mengandung dua jenis serat prebiotik, yaitu inulin dan fructooligosaccharides (FOS). Menurut Science Direct, mengkonsumsi bawang putih dapat mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya di usus, dan di saat bersamaan juga membuat pertumbuhan Bifidobacteria atau bakterti baik yang sangat bermanfaat.

Baca Juga


Daun bawang
Daun bawang juga mengandung serat inulin, serta mengandung vitamin K dalam jumlah besar, sehingga terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung dan tulang.

photo
Daun Bawang (ilustrasi)




Bawang merah
Mirip dengan bawang putih, bawang merah juga mengandung inulin dan FOS, yang juga terbukti membantu pemecahan lemak dan memperkuat lapisan usus.


Dandelion Greens
Dandelion hijau memiliki serat inulin yang dapat membantu meningkatkan imunitas dan meringankan sembelit. Selain itu, beberapa manfaat penambah kesehatan lainnya termasuk di dalamnya adalah dapat menurunkan kolesterol dan melawan penyakit seperti kanker.


Asparagus
Asparagus mengandung serat inulin, seperti halnya bawang putih, bawang merah, dan dandelion. Mengkonsumsi asparagus telah terbukti meningkatkan bakteri baik dalam, serta membantu mencegah beberapa jenis kanker.


Gandum
Banyak probiotik yang berasal dari karbohidrat. Salah satunya adalah gandum, yang secara utuh mengandung serat beta-glukan yang menambahkan bakteri sehat dalam usus dan membantu mengendalikan kolesterol, serta gula darah. Satu yang lebih mengesankan adalah serat dalam gandum mampu memperlambat proses pencernaan untuk menghentikan rasa lapar.


Apel
Apel mengandung serat prebiotik yang disebut pektin. Pectin membantu meningkatkan asam lemak butirat, yang memberi makan bakteri baik sambil mengurangi jumlah bakteri berbahaya di usus.

Buah ini juga mengandung antioksidan tinggi, dikenal sebagai polifenol, yang bila dikombinasikan dengan pektin, dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak dan menyehatkan pencernaan.

photo
Buah apel.




Biji kakao
Biji kakao atau cokelat mengandung flavanol, zat yang memberi makan bakteri baik dalam usus. Ketika biji cokelat melewati saluran pencernaan, terjadi produksi nitric oxide yang memberi manfaat untuk menyehatkan jantung.


Akar Jicama
Jicama atau dikenal juga sebagai  lobak Meksiko, mengandung serat prebiotik inulin dalam jumlah tinggi. Mengkonsumsi jicama telah terbukti meningkatkan gula darah dan kesehatan pencernaan. Akar yang lezat ini juga menawarkan sejumlah asam amino esensial yang memberi manfaat mengesankan.


Biji rami
Biji rami sarat dengan serat prebiotik. Serat dalam biji rami terbukti meningkatkan bakteri baik dalam usus dan membantu pembakaran lemak dengan mengurangi jumlah lemak yang disimpan oleh tubuh, dengan mengeluarkannya melalui sistem pencernaan.

Biji rami menjadi salah satu makanan super, yang diketahui memiliki sifat anti-kanker. Dengan rutin mengkonsumsinya, kolestrol dan kadar gula dalam darah akan semakin terkontrol.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA