Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jebolan SMK Indonesia Tembus Pameran Desainer Paris

Rabu 23 Oct 2019 00:05 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Risa Maharani (tengah) saat mengisi pameran busana di Paris.

Risa Maharani (tengah) saat mengisi pameran busana di Paris.

Foto: Dok. Djarum Foundation
Ini kali kedua Risa menembus kancah mode internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Desainer muda Indonesia kembali membuktikan diri mampu menembus panggung fashion dunia. Belum lama ini, Risa Maharani, seorang desainer lulusan SMK NU Banat, Kudus, Jawa Tengah jurusan Tata Busana, menggelar karya mode miliknya dalam pagelaran busana La Mode Sur La Seine à Paris, di Paris, Prancis pada September yang lalu.

 

Ini kali kedua Risa menembus kancah mode internasional. Sebelumnya gadis yang lulus SMK NU Banat pada tahun 2017 ini, pernah menampilkan karya di panggung catwalk Centre Stage-Asia’s Fashion Spotlight di Hongkong pada 2018.

 

“Mengikuti fashion show yang pertama kalinya di Eropa, bagi saya banyak tantangan yang ditemui dalam mempersiapkan koleksi ready to wear yang mengarah ke Business to Business (B2B). Mulai dari mempelajari selera pasar Eropa, membuat konsep desain, memilih material yang digunakan hingga menjaga standarisasi produksi agar sesuai dengan pasar Eropa,” ujar Risa Maharani dalam keterangan resminya kepada Republika.co.id, Selasa (22/10).

 

Dalam pagelaran busana La Mode Sur La Seine à Paris, Risa membawa brand RISA, label miliknya menghadirkan koleksi busana denganmenonjolkan craftsmanship bertema “Maros”. Tema tersebut terinspirasi dari istilah “historia de color” yang dalam bahasa Spanyol berarti ‘sejarah warna’ karena pertama kali warna ditemukan di Gua Altamira, Spanyol.  

 

Di Indonesia, warna ditemukan pertama kali di Maros, Sulawesi Selatan, tepatnya di Gua Leangleang. Tema tersebut dituangkan dalam desain busana dengan siluet yang simpel dan karakter gaya urban, namun memiliki cerita yang sesuai selera pasar kalangan muda di Eropa.

 

Material yang digunakan didominasi bahan polyester dengan permainan warna yang identik dengan kehidupan primitif yaitu warna merah, kuning, biru, hitam dan putih. Sentuhan ornamen yang mengandalkan kerajinan tangan dihadirkan pula sebagai daya tarik koleksi ini.

 

Koleksi “Matos” diperagakan model internasional di atas kapal pesiar Boreas yang menyusuri Sungai Seine berkeliling Kota Paris. Acara ini dihadiri sekitar 300 undangan yang terdiri dari buyer dan media internasional. Selama acara yang berlangsung, kapal berlayar mulai dari Menara Eiffel dan menyusuri sejumlah tempat ikonik di Kota Paris seperti Grand Palais, Louvre Museum hingga Kathedral Notre – Dame. Risa juga berkesempatan untuk mempresentasikan karyanya yang diharapkan dapat membuka peluang kerjasama bisnis dengan pihak internasional.

 

“Harapan saya pastinya semoga dapat diterima oleh pasar internasional, dan dapat menginspirasi teman-teman generasi milenial yang lain, khususnya anak-anak SMK. Semoga mereka menjadi lebih bersemangat menggeluti industri fashion karena saya sudah membuktikan bahwa berkarya dan berbisnis di dunia internasional bukanlah  mimpi belaka bagi kami, siswa dengan latar belakang pendidikan SMK,” harap Risa. 

 

Selain itu, gadis kelahiran Mojokerto, 21 Maret 1998 ini berhasil menjuarai Modest Young Designer Competition (MYDC) 2019 yang diselenggarakan Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST). Sebagai Pemenang MYDC 2018, Risa mendapatkan kesempatan sebagai desainer tamu brand ZOYA selama setahun yang akan memperoleh royalti dari setiap penjualan produk yang dibuatnya. 

 

“Risa Maharani for ZOYA” telah sukses merilis 40 desain koleksi terdiri dari hijab, dress, tunic, pant, dan skirt yang diproduksi sekitar 1.400 buah per desain, serta scarf yang diproduksi sebanyak 10 ribu per desain dan telah tersebar di 104 lebih toko ZOYA di Indonesia.

Prestasi yang berhasil diraih Risa membuktikan talenta siswa SMK patut diperhitungkan dalam ranah fashion nasional, dan lebih jauh lagi sampai ke kancah internasional. 

 

Hal itu juga lantaran dukungan pendidik, kurikulum dan sarana yang menunjang serta selaras dengan kebutuhan industri fashion terkini.  SMK NU Banat merupakan satu dari 16 SMK yang dibina oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation. SMK NU Banat terpilih sebagai sekolah rujukan nasional untuk SMK bidang Tata Busana di seluruh Indonesia.

 

Dalam upayanya menelurkan lulusan SMK bidang Tata Busana yang terserap oleh industri fashion, Bakti Pendidikan Djarum Foundation melakukan terobosan dengan meningkatkan mutu SMK bidang Tata Busana. Ini meliputi pendidik, kurikulum pendidikan dan penyediaan infrastruktur serta fasilitas penunjang, seperti studio fashion yang dilengkapi peralatan canggih. Sarana dan prasana ini umumnya digunakan oleh industri fashion berstandar internasional.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA