Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

AS Perbarui Kerangka Acuan Penanganan Anak ADHD

Selasa 22 Okt 2019 20:00 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Reiny Dwinanda

Anak ADHD. (Ilustrasi)

Anak ADHD. (Ilustrasi)

Foto: healthliving
Kerangka acuan baru untuk penanganan anak ADHD diluncurkan di AS.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Perhimpunan dokter anak di Amerika Serikat (AS) dilaporkan berhasil membuat kerangka acuan baru dalam mendiagnosis dan menangani anak-anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas ( adhd ). Ini adalah pembaruan pertama sejak 2011.

Baca Juga

Kepala riset dalam kerangka terbaru itu, Dr Mark Wolraich, mengatakan, tidak banyak perbedaan antara kerangka acuan 2019 ini dengan yang tahun 2011. Hanya saja, kerangka acuan terbaru membuat diagnosis dan penanganan yang sama untuk pengidap ADHD pada anak-anak dan remaja.

Wolraich mengatakan, ADHD bukanlah hal baru dalam dunia kesehatan anak. Maka dari itu yang terpenting adalah penanganannya.

"Ada dua bentuk pengobatan yang efektif untuk ADHD, yakni obat-obatan, terutama obat stimulan. dan perawatan perilaku. Tidak ada pengobatan yang bersifat menyembuhkan sama sekali," kata Wolraich seperti dilansir laman Health24, Selasa (22/10).

Meaki demikian, profesor emeritus di Universitas Oklahoma, di Kota Oklahoma, itu memastikan bahwa mereka dan dokter anak lain bisa mengelola gejalanya.  Berdasarkan kerangka acuan terbaru itu dilaporkan bahwa terdapat sembilan persen anak-anak berusia dua hingga 17 tahun di AS yang didiagnosis ADHD. Anak laki-laki ternyata dua kali lebih banyak dibandingkan anak perempuan.

Anak dengan ADHD diketahui memiliki gejala untuk mendapati gangguan mental dalam bentuk lain. Seperti, depresi atau kecemasan dan masalah belajar dan bahasa.

Wakil pemimpin bidang psikiatri anak dan remaja di Rumah Sakit Zucker Hillside di Glen Oaks, New York, Dr Victor Fornari, mengatakan bahwa kerangka acuan terbaru ini sangat penting untuk diketahui dokter anak. Dengan begitu, anak dengan gejala ADHD bisa mendapat perawatan yang tepat.

Baik Wolraich dan Fornari sepakat bawa dokter anak memainkan peran penting dalam diagnosis dan merawat anak dengan ADHD. Sebab, mereka sudah memiliki hubungan yang baik dengan si anak dan keluarganya.

"ADHD yang tidak ditangani dapat mengarah pada hasil yang merugikan. Penanganan yang gagal dapat menyebabkan gangguan akademik dan gangguan lainya. Anak-anak yang diidentifikasi lebih awal dan diobati, maka bisa terhindar dari kondisi yang lebih buruk," kata Fornari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA