Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Alasan Chef Hindari Minyak Truffle

Selasa 22 Okt 2019 09:35 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Indira Rezkisari

Jamur truffle

Jamur truffle

Foto: Flickr
Minyak truffle di pasaran sebenarnya tidak mengandung truffle sama sekali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- truffle oil merupakan minyak dengan aroma jamur trufle putih atau hitam. Minyak ini memiliki harga yang cukup mahal dan sering menjadi salah satu menu dari sejumlah restoran.

Dalam beberapa tahun terakhir, truffle menjadi sangat populer dan diminati banyak orang. Meski demikian, mereka sebenarnya tidak mengetahui bahwa minyak ini ternyata tidak mengadung truffle sama sekali.

Sebenarnya, jamur truffle sangatlah langka. Terlebih jika ingin mendapatkan jenis truffle putih, yang hanya mungkin ditemukan di hutan atau alam liar. Jamur ini juga hanya tumbuh di wilayah tertentu di utara Italia, selama musim panen yang sangat singkat.

Untuk memenuhi permintaan konsumen yang banyak untuk jamur ini, produsen membuat alternatif yang lebih murah untuk memberikan rasa serupa truffle. Karena itu, biasanya para koki atau chef tak akan pernah memesan minyak truffle di berbagai restoran.

Dilansir dari Reader's Digest, seorang chef bernama Daniel Patterson mengatakan bahwa sebagian besar minyak truffle di pasaran sebenarnya hanya terbuat dari minyak zaitun dan senyawa buatan laboratorium, yang meniru rasa jamur unik ini. Minyak truffle sintetis memberikan rasanya hampir secara eksklusif ke bahan kimia yang disebut 2,4-dithiapentane. Senyawa itu hanya salah satu molekul yang berkontribusi terhadap berbagai lapisan rasa dalam truffle menjadi begitu terasa.

“Lebih sering, minyak ini tidak memiliki rasa truffle sebenarnya. Namun, menjadi lebih umum karena publik sudah sering memilih untuk harga yang lebih terjangkau,” ujar William Eick, chef di Mission Avenue Bar and Grill di Oceanside, California.

Menurut Eick, sering kali orang-orang yang belum mengetahui rasa truffle sesungguhnya mendapat sajian dengan minyak sintetis ini di restoran. Karenanya, mereka menjadi percaya bahwa sepeerti itulah cita rasa sebenarnya yang unik dari truffle, padahal tidak demikian.

Padahal minyak truffle sintetis juga tetap sangat mahal. Banyak chef menolak untuk memasak dengan minyak truffle komersial, beberapa percaya bahwa moderasi adalah kuncinya.

Florence Bertheau, chef asal Prancis yang kini berbasis di Los Angeles dan pendiri FoodFlo percaya tidak ada pengganti untuk hal yang nyata. Menurutnya, dengan menggunakan truffle sebenarnya, baik jenis wild Perigord atau white Alba dapat memberikan para koki kesempatan untuk berkreasi menciptakan masakan lezat.

“Dan ini tidak bisa didapatkan dengan menggunakan bahan-bahan yang diciptakan dari bahan kimia seperti dithiapentane,” kata Bertheau.

Karenanya, saat berada  restoran yang menyajikan hidangan truffle, perhatikan apa yang Anda pesan. Lebih baik menghindari masakan dari jamur ini terlebih dahulu, jika tidak yakin bahwa akan mendapatkan rasa unik yang sesungguhnya.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA