Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Pengidap Kencing Manis Dianjurkan Periksa Mata Berkala

Senin 21 Okt 2019 09:05 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Reiny Dwinanda

Nick Jonas, penyanyi asal AS yang mengidap diabetes tipe 1.

Nick Jonas, penyanyi asal AS yang mengidap diabetes tipe 1.

Foto: EPA
Orang yang terkena kencing manis berisiko mengalami gangguan penglihatan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Penyakit diabetes mellitus menjadi salah satu penyebab kebutaan dan gangguan penglihatan retinopati diabetik . Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) DIY Purjanto Tepo Utomo mengatakan, orang dengan kencing manis memiliki prevalensi yang cukup tinggi untuk terkena retinopati diabetik.

Untuk itu, Purjanto mengingatkan agar diabetesi melakukan skrining dan periksa mata secara berkala. Anjuran yang sama diberikan kepada anggota keluarga diabetesi.

"Masyarakat yang sudah mengalami gangguan penglihatan juga harus melakukan pemeriksaan secara rutin," katanya di Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Sardjito, Sleman, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Tingginya kadar gula darah, menurut Purjanto, dapat menyebabkan kerusakan pada saraf mata. Tak heran jika diabetesi rentan mengalami retinopati diabetik atau kondisi pecahnya pembuluh darah pada retina.

Purjanto menjelaskan, prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 42,6 persen. Dari total diabetesi yang terdata, ditemukan 24.600 jiwa mengalami retinopati diabetik dan 10 persen dari jumlah tersebut mengalami kebutaan.

Menurut Purjanto, jumlah pengidap diabetes dan retinopati diabetik cenderung terus mengalami peningkatan. Ia mengatakan, 98.490 jiwa diperkirakan terserang diabetes dan 11 ribu di antaranya akan mengalami kebutaan di Indonesia pada 2030.

Diabetes banyak dialami oleh usia produktif, mulai dari umur 40 tahun ke atas. Sebanyak, 40 persen pengidapnya juga terkena glaukoma atau kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata.

"Pembuluh darah membengkak secara abnormal dan menghalangi drainase alami mata," jelas Purjanto.

Diabetesi, menurut Purjanto, memiliki kemungkinan mengidap jenis glaukoma yang lebih spesifik atau disebut neovascular glaukoma. Hal ini dibarengi dengan tumbuhnya pembuluh darah baru karena glaukoma yang muncul pada bagian berwarna mata sehingga akan menghalangi cairan mata dan meningkatkan tekanan mata.

"Risiko tekanan kompilasi mata akan semakin besar pada penderita yang telah lama mengidap diabetes dan faktor usia yang juga berpengaruh," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA