Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Tanda Tubuh Kelebihan Konsumsi Protein (2-Habis)

Ahad 20 Oct 2019 07:18 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Indira Rezkisari

Menyantap makanan yang tinggi protein, seperti daging, dalam waktu panjang bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Menyantap makanan yang tinggi protein, seperti daging, dalam waktu panjang bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Foto: Reuters
Terlalu banyak protein dapat menyebabkan dehidrasi ringan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- protein merupakan nutrisi terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan protein, tubuh bisa merasa kenyang, memiliki energi, memperbaiki otot, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Makanan yang mengandung protein dapat dengan mudah dijumpai dan kerap ada dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, rupanya mengonsumsi protein juga memiliki aturan umum terkait jumlah protein yang dikonsumsi per hari.  

Sebab, Chief Culinary Officer dari Culinary Health Solutions, Ken Immer, mengatakan bahwa kekurangan protein bisa membuat kesehatan terganggu dan kelebihan protein pun memiliki dampak negatif bagi tubuh.

"Terlalu banyak protein dikaitkan dengan penyakit ginjal, sembelit, dan risiko kanker," kata Immer, dilansir di The Healthy.

Lantas, apa saja tanda jika kelebihan mengonsumsi protein? Immer dan ahli gizi diet Kaleigh McMordie memberikan penjelasan tentang cara untuk mengetahui kapan protein yang diasup oleh tubuh sudah terlalu banyak.

Berikut enam tanda konsumsi terlalu banyak protein:

Pencernaan tidak teratur
Memiliki siklus pencernaan yang stabil akan membuat tubuh merasa lebih sehat dan meminimalkan potensi masalah perut. Namun, jika asupan protein terlalu tinggi, tidak menutup kemungkinan mengalami kesulitan agar pencernaan tetap teratur.

Menurut McMordie, mengganti terlalu banyak makanan dengan protein, bisa jadi menyebabkan kekurangan serat dari biji-bijian dan sayuran.

Padahal, serat penting untuk percernaan yang teratur. Tanpa serat, tubuh mungkin mengalami masalah pencernaan dan sembelit.

Baca Juga

Karena itu, ia menyarankan untuk menargetkan konsumsi 25 gram serat setiap hari dari makanan seperti biji-bijian, sayuran, dan buah. Selain itu, menurutnya, menambahkan probiotik harian, atau memakan makanan yang kaya probiotik alami, juga dapat membantu menjaga pencernaan tetap teratur.

Menjadi sangat haus
Indikator lain kemungkinan kelebihan protein adalah keinginan terus-menerus untuk minum air. Faktanya, terlalu banyak protein dapat menyebabkan dehidrasi ringan.

Immer menjelaskan, dehidrasi disebabkan oleh ginjal yang bekerja lembur untuk menghilangkan kelebihan protein dan juga limbah nitrogen dari metabolisme protein. Hingga menjadi terlalu sering buang air kecil dan akhirnya bisa menghancurkan ginjal itu sendiri.

Untuk mencegah itu terjadi, ia mengingatkan untuk mengurangi protein. Menurutnya, hal ini penting untuk diperhatikan lantaran batu ginjal juga dapat disebabkan oleh diet protein tinggi.

"Bergantung pada faktor-faktor lain, ketika Anda membuat ginjal Anda menjadi bekerja berlebihan, risiko batu ginjal meningkat bagi mereka yang sudah rentan. Itu karena masalah khusus dengan menyerap bentuk kalsium spesifik, sebagian besar dari sayuran berdaun hijau, cukup mengejutkan!" ujarnya.

Bau mulut
Bau mulut adalah keluhan umum dari mereka yang melakukan diet Atkins. Diet Atkins adalah program menghilangkan berat badan lewat konsumsi makanan rendah karbohidrat namun tinggi protein.

Menurut McMordie, banyak mengonsumsi daging tidak hanya membuat berkeringat, tapi juga membuat bau mulut yang tidak sedap. Ia mengatakan, otak dan tubuh suka menggunakan karbohidrat. Sehingga ketika tidak mengonsumsi karbohidrat yang cukup, tubuh mulai menggunakan lemak sebagai bahan bakar, dan menghasilkan keton (asam).

"Mereka dapat membuat napas berbau seperti penghapus cat kuku," tambahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA