Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Granola tidak Selamanya Sehat

Jumat 18 Oct 2019 18:58 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nora Azizah

Granola.

Granola.

Foto: Flickr/Stacy Spensley
Ada sejumlah konsekuensi berbahaya dari mengonsumsi granola.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gaya hidup sehat yang kian booming mendorong orang-orang untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan kaya akan nutrisi. Makanan ringan seperti granola umumnya menjadi pilihan konsumsi bagi mereka yang ingin menyukseskan program diet dan gaya hidup sehat.

Baca Juga

Granola sendiri merupakan makanan yang terdiri dari gandum, kacang-kacangan, madu atau pemanis lainnya. Namun, jika anda menerapkan diet dan olahraga yang benar, tetapi masih belum mampu menurunkan berat badan yang sesuai, bisa jadi penyebabnya karena makanan satu ini, granola.

anpa disadari, mengonsumsi granola juga memiliki konsekuensi berbahaya. Granola disebut sebagai makanan yang dapat memperlambat metabolisme tubuh, yang disamarkan sebagai makanan kesehatan.

CEO & Founder dari The NY Nutrition Group, Lisa Moskovitz, mengatakan meskipun kebanyakan orang menganggap granola sebagai makanan kesehatan, kenyataannya makanan tersebut dapat merusak metabolisme. Pasalnya, karena granola biasanya mengandung banyak lemak dan kalori.

 "Granola adalah salah satu makanan kesehatan mistis yang memiliki banyak kalori dan dapat mengandung banyak gula," kata Moskovitz kepada Everyday Health, dilansir di She Finds, Jumat (18/10).

Menurutnya, granola dapat membuat merasa lebih sering lapar. Granola seringkali hadir dengan kandungan gula yang tinggi. Kandungan tinggi gula tersebut dapat meningkatkan gula darah dan akhirnya membuat orang yang memakannya merasa lebih lapar daripada yang sebenarnya.

Sementara itu, Moskovitz menyebut bahwa granola bar dengan bumbu tambahan atau coklat adalah bagian dari masalah tersebut. Menurutnya, granola dalam kemasan biasanya tidak lebih baik.

Meskipun, granola tersebut memakai istilah 'gandum utuh' atau organik. Namun, menurutnya, satu kantong rata-rata granola dapat mengandung 6 hingga 10 gram gula per sajian.

Selain itu, granola dikatakan dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Menurut siaran Doctor Oz, granola biasanya mengandung madu olahan dalam jumlah tinggi. Kandungan tinggi madu ini merupakan penyebab penambahan berat badan, lantaran madu olahan hampir sama dengan sirup jagung dalam kadar gula karena pasteurisasi suhu tinggi.

Karena itu, ada baiknya untuk mulai mengurangi mengonsumsi granola. Kalaupun masih ingin mempertahankan granola dalam diet anda, ada cara yang lebih sehat untuk mengonsumsinya.

Belilah granola dengan kemasan dan siapkan oleh anda sendiri. Jangan lupa, pastikan untuk membaca fakta nutrisi di bagian belakang kemasan untuk memilih opsi dengan jumlah gula tambahan terendah. Selanjutnya, campurkan granola anda dengan bahan-bahan alami seperti kacang, madu mentah, kismis atau kayu manis untuk menjaga kadar gula tetap rendah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA