Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Tertarik Pelesir ke Saudi? Cek Dulu Destinasi Wisatanya

Kamis 17 Oct 2019 05:57 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ani Nursalikah

Restorasi Kota Tua Jeddah (Jeddah Historical District), Arab Saudi dimulai sejak tahun 1970-an.

Restorasi Kota Tua Jeddah (Jeddah Historical District), Arab Saudi dimulai sejak tahun 1970-an.

Foto: Darmawan/Republika
Saudi membuka 'pintunya' untuk para wisatawan asing,

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Keputusan arab saudi yang baru-baru ini membuka 'pintunya' untuk para wisatawan asing menjadi angin segar di bidang industri perjalanan. Kini, apa yang bisa dilihat ketika berkunjung ke negara itu?

Apalagi selama ini Arab Saudi hampir tidak pernah menjadi tujuan wisata seperti di Asia Tenggara. Kondisinya yang sangat panas selama delapan bulan dalam setahun, tidak ada kebebasan berpolitik, tidak ada kebebasan berbicara, larangan alkohol, sangat membatasi pergaulan jenis kelamin yang berbeda, dan menjadi negara yang memiliki catatan hak asasi manusia (HAM) yang paling banyak dikritik.

Dilansir dari laman BBC, Rabu (16/10), Arab Saudi ternyata memiliki pemandangan yang jauh lebih beragam dibandingkan yang ada di pikiran orang-orang. Meski secara geografis sebagian besar wilayah itu merupakan gurun pasir, nyatanya ada pegunungan tinggi yang menjulang, pemandangan sejenis semak 3.000 meter di Asir di barat daya negara itu, dan pasar rempah-rempah Jeddah.

Berikut ini daftar destinasi wisata di Arab Saudi yang bisa Anda kunjungi.

Jeddah

Awalnya wilayah ini merupakan ibu kota Arab Saudi hingga 1982 dan kemudian dipindahkan ke Riyadh. Sebagai tempat pelabuhan Laut Merah, wilayah ini menjadi tempat bercampurnya budaya ras-ras lain yang banyak berada di tempat itu.

Jeddah adalah kota terbuka yang selalu hangat, termasuk orang-orang Mesir yang duduk di meja kafe, menghisap sisha, dan bermain backgammon di bawah lampu jalan.

Kemudian penjahit Yaman dengan duduk bersilang di toko-toko pakaian sampai malam hari. Kemudian perempuan Somalia, Erritrea, dan Djiboutian memajang rempah-rempah di jalanan pasar.

Di jalan-jalan berliku dan berbatu yang dikenal sebagai Balad mungkin terdengar tidak biasa ketika bahasa dataran tinggi Ethiopia bercampur dengan Arab dan Hindi. Jeddah juga menjadi pintu gerbang ke Makkah dan Madinah untuk lebih dari dua juta kaum Muslim yang beribadah haji setiap tahun. Tak hanya itu, di Jeddah juga ada resor pantai. Anda bisa mencoba menyelam atau scuba diving meski banyak terumbu karang hancur dalam beberapa tahun terakhir.

Pegunungan Asir

Meski ada ekspatriat tinggal di Arab Saudi hingga lebih dari satu dekade, namun mereka belum pernah mengunjungi tempat yang ada di barat daya negara itu. Padahal, pemandangan alamnya bisa subur dan hijau bahkan di musim panas masih ada hutan yang memutih setelah diguyur hujan es tiba-tiba. Diperkirakan 500 ribu babon liar Hamadry mendiami pegunungan itu bersama dengan burung enggang, burung elang, kadal agamid biru yang mempesona.

Pemandangan lainnya yang juga bisa dilihat, yaitu adanya menara pengawas yang menjadi warisan pertempuran suku di sini seabad lalu. Dalam beberapa tahun terakhir dan tempat ini dibuka untuk pariwisata domestik dan ada kereta gantung yang turun dari ketinggian ke desa di lereng bukit yang indah bernama Rijal al-Ma'. Kemudian di sebuah canyon bernama Wadi Habala untuk menuruni permukaan tebing untuk penduduk desa yang tinggal di lerengnya, ada pemandangan menakjubkan saat turun dari pegunungan ke Laut Merah.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA