Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Tidak Semua Perempuan Terlahir Berperut Rata

Rabu 16 Oct 2019 09:18 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Indira Rezkisari

Perempuan kerap dituntut untuk tampil cantik termasuk berperut rata.

Perempuan kerap dituntut untuk tampil cantik termasuk berperut rata.

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Perempuan selama ini dibelenggu stigma harus memiliki perut yang rata.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Selama ini, banyak orang di seluruh dunia yang meyakini gagasan serta stigma, bahwa perempuan cantik dan sehat adalah mereka dengan perut yang rata. Padahal, kenyataannya tidak selalu dapat demikian. Bahkan, hal itu bukan hanya karena pola makan yang salah, tetapi terdapat kondisi biologis yang mempengaruhi.

“Gagasan itu membuat perempuan merasa sedih, padahal perut perempuan tidak berarti harus selalu menjadi rata,” ujar Ashley Wood, kontributor di Demystifying Your Health, dilansir USA Today.

Menurut Wood, keyakinan harus memilliki perut rata itu membuat banyak perempuan pada akhirnya melukai diri mereka sendiri, seperti dengan menyedot lemak melalui cara yang ekstrim. Ia mengatakan tak sedikit yang selalu merasa sedih atau merasa cantik hanya karena melihat tonjolan di perut mereka.

Bahkan, hal itu, menurut Wood telah dialaminya sendiri. Selama bertahun-tahun, ia pernah takut mengenakan pakaian renang karena merasa buruk saat memakainya. Pada akhirnya, ia sering merasa putus asa untuk menyesuaikan bentuk tubuhnya, dengan standar yang ada di masyarakat.

Hampir setiap hari Wood melihat artikel yang memberi kiat untuk mendapatkan perut rata, mulai dari konsumsi makanan, hingga olahraga tertentu. Dari sana, ia menyadari bahwa sebenarnya ada hal yang tak mungkin atau hanyalah sebuh mitos.

Meski sulit dipercaya, perut rata bagi perempuan bisa menjadi hanyalah sebuah mitos dan cara mengatasinya adalah mengungkapnya dengan fakta. Inilah beberapa alasan mengapa secara biologis, perempuan tak dilahirkan untuk memiliki perut rata:

Lindungi organ vital
Ada alasan yang sangat besar mengapa beberapa perempuan tidak dapat memiliki perut rata. Ternyata, desain anatomi di sekitar area itu berfungsi melindungi organ reproduksi yang ada di dekatnya.

Wood mengatakan, selain memiliki ruang untuk organ percernaan dan hati, perempuan memiliki ruang untuk organ-organ reproduski dan membutuhkan semacam bantalan tambahan untuk melindungi semua organ-organ vital ini. Proses menyimpan sel-sel lemak secara alami di daerah perut dimulai selama masa remaja dan dewasa muda dalam persiapan untuk melahirkan anak di kemudian hari.

Caleb Backe, yang merupakan seorang personal trainer dan ahli keseahatan untuk Maple Holistics mengatakan, ketika pria menurunkan berat badan, mereka cenderung kehilangan lemak visceral atau lapisan lemak di belakang otot perut. Sementara, perempuan biasanya kehilangan lemak subkutan, yang merupakan lapisan lemak tepat di bawah kulit.

“Baik lemak visceral dan subkutan berkontribusi untuk mencapai perut rata, itulah sebabnya beberapa wanita merasa lebih sulit melakukannya daripada yang lain. Selain itu, faktor-faktor seperti pengaturan hormon berperan dalam menyimpan lemak visceral, itulah sebabnya banyak wanita tidak secara biologis dibentuk untuk memiliki perut yang rata,” ujar Backe.

Yakini bagaimana tubuh terbentuk
Sama seperti melindungi organ-organ dalam, setiap hal yang dilakukan tubuh adalah karena suatu alasa. Ketika Anda mencoba melawan apa yang tubuh lakukan, maka itu membuat adanya pertentangan dengan apa yang dibutuhkan, bahkan terkadang bisa sampai titik bahaya.

Ariel Johnston, seorang ahli dalam mengobati gangguan makan selalu mengatakan kepada pasiennya, bahwa mereka cenderung melihat lemak menumpuk di sekitar perut mereka. Ketika berat badan pulih dengan peningkatan nutrisi, berat didistribusikan secara tidak merata dan masuk ke perut dahulu.

"Ini luar biasa karena ini adalah cara tubuh memberi tahu kita bahwa lapisan lemak ekstra di sana diperlukan untuk melindungi dirinya. Mekanisme di balik ini tidak sepenuhnya dipahami, tetapi setelahnya, lemak didistribusikan kembali ke seluruh tubuh,” jelas Johnston.

Perut yang rata bukanlah kunci untuk menjadi sehat atau bahagia. Johnston mengatakan ada beberapa hari di mana ia melihat perutnya yang menonjol, tetapi hidup terlalu singkat untuk mengejar sesuatu yang tidak dapat dicapai,terlebih dengan terus membenci diri sendiri.

Alih-alih diet dan kebiasaan makan yang menjanjikan perempuan dengan hal itu, padahal itu  sesuatu yang mereka tidak perlu dan tidak bisa capai, maka abaikan hal itu. Berhentilah khawatir tentang bagaimana rupa perut Anda dan lebih baik untuk memikirkan apakah ini sudah terasa nyaman.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA