Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Bayi dan Anak-Anak Juga Bisa Kena Katarak

Selasa 15 Oct 2019 18:30 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda

Bayi yang baru dilahirkan.

Bayi yang baru dilahirkan.

Foto: flickr
Bayi dan anak-anak bisa terkena katarak sejak lahir atau karena trauma.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski paling banyak menyerang orang usia lanjut, katarak juga bisa terjadi pada anak-anak dan bayi baru lahir. Penyebab paling tinggi katarak bayi baru lahir adalah infeksi intrauteri atau infeksi pada ibu yang menular pada janin.

"Jadi beberapa jenis infeksi yang terjadi dalam masa kehamilan dapat menyebabkan katarak," ujar Emma.

Ketika bayi baru lahir mengalami katarak, menurut Emma, sebisa mungkin operasi katarak disegerakan begitu si kecil bisa dibius. Sementara itu, sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami katarak karena trauma, misalnya jika matanya tidak sengaja terpukul atau tertusuk.

"Dalam beberapa hari bisa langsung katarak," jelas Emma.

Sementara itu, Direktur Utama Jakarta Eye Center (JEC) Menteng, Dr Setiyo Budi Riyanto menyarankan agar ibu hamil rajin memeriksakan diri pada dokter kandungan. Dengan begitu, jika ada kelainan atau gangguan kesehatan maka bisa segera terdeteksi dan tidak menular pada janin.

"Biasanya dokter kandungan menyarankan kalau ada gangguan kesehatan, jangan makan obat yang tidak terkontrol. Jadi, yang diperbolehkan dokter kandungan (saja)," ujarnya.

Orang tua juga diharapkan menyadari jika ada gangguan mata yang menimpa anak-anaknya. Setiyo menuturkan, indikator paling mudah ketika ada gangguan penglihatan pada anak-anak di rumah.

Coba perhatikan si kecil saat menonton televisi atau melihat sesuatu. Jika mereka cenderung mendekat dan tidak bisa melihat dengan jarak pandang normal, diduga anak memiliki gangguan penglihatan.

"Periksakan ke dokter mata. Dari sana kita bisa tahu itu gangguan penglihatan yang memerlukan kacamata atau gangguan organ mata,” katanya.

Anak yang memiliki gangguan penglihatan kabur, jika dites dan dipasangkan kacamata, ia akan melihat dengan jelas. Namun, anak dengan gangguan organ mata, misal katarak, sudah diperiksa dan dipasangkan kacamata pun tidak bisa melihat dengan jelas atau kabur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA