Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Kenali Gejala Katarak

Selasa 15 Oct 2019 18:05 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda

Operasi katarak. (Ilustrasi)

Operasi katarak. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Katarak akan muncul seiring usia.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Mata merupakan jendela dunia yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Kerusakan penglihatan menyebabkan turunnya produktivitas seseorang dan bahkan masa depan seseorang.

Salah satu penyakit yang menyerang mata adalah katarak . Umumnya, katarak menyerang orang lanjut usia.

Kondisi kekeruhan pada lensa mata ini masih menempati posisi terbesar penyebab kebutaan terbesar, yakni 78 persen di Indonesia. Jumlah tersebut berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blidness (RAAB) pada 2014-2016.

Ketua Panitian Bakti Katarak 2019 Dr Emma Rusmayani SpM mengatakan, manusia terlahir dengan lensa yang jernih. Namun, sel-sel lensa ini tidak pernah berganti dan akhirnya terjadi penumpukan setelah sekian lama. Ketika seseorang mengalami proses degenerasi karena usia, lensa matanya akan menjadi keruh.

“Lensa berubah menjadi kekuningan, ada juga yang putih. Itu tergantung dari jenis kataraknya,” ujar Emma dalam acara Konferensi Pers World Sight Day 2019 di Jakarta Eye Center Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Pasien yang mengalami katarak akan merasakan penurunan ketajaman penglihatan. Contoh di antaranya, pasien yang biasanya bisa membaca running text di televisi, setelah mengalami katarak ia kurang bisa membacanya lagi. Bisa juga ketika menyetir malam hari terasa silau sekali saat terkena lampu dari kendaraan lain.

Emma menuturkan, pasien katarak terkadang ada juga yang penglihatannya masih tajam. Namun, ia mengalami gangguan saat melihat warna yang kontras.

“Kadang-kadang orang ngelihat warna jadi tidak setajam dulu waktu muda. Itu juga salah satu gejala katarak ,” katanya.

Selain karena faktor usia, katarak juga bisa disebabkan paparan sinar ultraviolet dan penyakit-penyakit, seperti diabetes dan hipertensi. Penyakit tersebut mempercepat proses katarak di mata.

Sementara itu, Direktur Utama Jakarta Eye Center (JEC) Menteng, Dr Setiyo Budi Riyanto mengatakan, katarak juga bisa diakibatkan karena benturan pada bola mata. Katarak ini dinamakan katarak traumatik.

Selain itu, ada pula katarak komplikata. Katarak ini diakibatkan oleh penggunaan steroid yang tidak terkontrol dan juga orang yang memiliki gangguan kencing manis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA