Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Cukupkah Menutup Mata Anak Saat Tonton Adegan Film Brutal?

Selasa 15 Oct 2019 16:28 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda

Joaquin Phoenix dalam film Joker.

Joaquin Phoenix dalam film Joker.

Foto: Warner Bros via AP
Ada saja orang tua yang mengajak anaknya menonton film kategori dewasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film Joker saat ini masih menarik perhatian para penggemar film di seluruh dunia. Kisah kelam Joker yang juga tayang di bioskop Indonesia ini dilabeli kategori D+17 karena banyaknya kata-kata kasar hingga adegan brutal.

Di Amerika Serikat, film yang dibintangi Joaquin Phoenix ini dilabeli kategori R (restricted). Film dengan rating ini hanya boleh ditonton oleh orang dewasa dengan usia 17 tahun ke atas.

Namun, tampaknya masih ada saja orang tua yang mengabaikan kategori tersebut dan membawa anak-anak mereka menonton Joker. Bahkan tidak mengajak anak mereka keluar bioskop ketika mendapati adegan brutal di dalamnya.

Apa akibatnya bagi anak-anak jika menonton film semacam ini? Menurut psikolog Ayoe Sutomo MPsi, semua kategori film itu dimaksudkan untuk ditaati mengingat kondisi psikologis usia penonton. Anak-anak akan sulit mencerna secara logis paparan negatif dari apa yang dilihat dan didengar dari film.

"Secara umum, paparan dari film itu bisa berpengaruh pada anak. Apa yang dilihat anak itu bisa terinternalisasi dalam diri anak atau mempengaruhi psikologis anak itu," ujar Ayoe kepada Republika.co.id, Selasa (15/10).

Ayoe menjelaskan, kemampuan anak-anak untuk menarik kesimpulan secara nilai dari apa yang disaksikan, masih sangat sedikit. Dalam hal ini, apa yang disaksikan oleh anak bisa terlalu berat secara psikologis, apalagi jika tanpa disertai kecakapan orang tua untuk menjelaskan.

Saat menonton film dengan kategori semacam Joker, ada kalanya muncul adegan brutal atau tidak senonoh secara tiba-tiba, sehingga tidak memungkinan orang tua untuk sekedar menutup mata anak-anak. Dari situ saja, menurut Ayoe, semua psikolog sepakat agar orang tua tidak membawa anak-anak menonton film seperti ini.

"Dari ratingnya itu kan sudah jelas, semua film yang rating dewasa itu tidak boleh disaksikan dengan anak-anak," tegas Ayoe.

Joker yang dirilis sejak 2 Oktober lalu ini masih ramai ditonton di bioskop-bioskop di Indonesia. Namun, film berdurasi selama 122 menit ini banyak menampilkan adegan kelam dan brutal.

Baca Juga

Jalan ceritanya pun sangat depresif bagi sebagian orang dewasa yang rentan dengan masalah kejiwaan. Untuk itu, orang tua diminta agar lebih bijak dalam mengajak anak-anak menonton film di bioskop.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA